Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Australia Turun Terseret Saham Tambang dan Energi pada Senin

 

Bursa saham Australia diperdagangkan lebih rendah pada hari Senin (2/9), dengan saham-saham tambang dan energi memberikan dampak terbesar.

Sementara investor menunggu data pertumbuhan ekonomi (PDB) kuartal kedua untuk menilai prospek suku bunga.

Indeks S&P/ASX 200 turun hampir 0,4% menjadi 8.062,90 poin pada pukul 00:55 GMT, dengan hampir semua sektor mengalami penurunan kecuali dua sektor. Indeks acuan ini berakhir naik 0,6% pada hari Jumat (30/8).

Laporan PDB kuartal kedua negara tersebut, yang dijadwalkan rilis minggu ini, dapat menentukan arah suku bunga Reserve Bank of Australia saat pejabat bank bertemu akhir bulan ini.

Data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, bukan 50 bps.

Dow Jones Industrial Average AS naik 228,03 poin, atau 0,55%, menjadi 41.563,08 poin pada hari Jumat. S&P 500 naik 56,44 poin, atau 1,01%. Sementara Nasdaq naik 197,19 poin, atau 1,13%.

Di Sydney, saham-saham emas turun hingga 3% pada hari Senin setelah harga bullion merosot, dengan penambang emas terbesar negara tersebut, Northern Star Resources, turun lebih dari 2%.

Para penambang Australia mengikuti jejak tersebut, kehilangan sekitar 0,8%, akibat harga besi yang lebih lemah di China, produsen baja utama, dengan perusahaan-perusahaan besar seperti BHP Group dan Rio Tinto turun masing-masing 0,4% dan 0,7%.

Sektor-sektor lain seperti kesehatan dan teknologi juga turun masing-masing 0,5% dan 0,6%.

Dalam berita korporasi, peritel Endeavour Group turun hingga 2,3% setelah Woolworths menjual sisa sahamnya di perusahaan tersebut seharga A$383 juta.

Di tempat lain, kontrak berjangka minyak Brent turun 0,6% menjadi US$76,47 per barel dan minyak West Texas Intermediate (WTI) kehilangan 0,56% menjadi $73,14 per barel.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru turun sekitar 0,2% menjadi 12.426,39 poin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)