Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Astra Sedaya Finance Tawarkan Obligasi Dengan Bunga Hingga 6,70%

 

PT Astra Sedaya Finance akan menerbitkan obligasi Rp 2,6 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan VI Astra Sedaya Finance dengan target dana Rp 12 triliun.

Astra Sedaya telah menerbitkan obligasi dalam tiga tahap dengan total nilai Rp 6 triliun. Astra Sedaya akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VI Astra Sedaya Finance Tahap IV Tahun 2024 dalam dua seri.

Obligasi seri A memiliki nilai pokok Rp 1,18 triliun. Obligasi dengan tenor 370 hari ini menawarkan tingkat bunga tetap 6,45% per tahun.

Obligasi seri B memiliki nilai pokok Rp 1,41 triliun. Obligasi dengan tenor tiga tahun atau 36 bulan ini menawarkan tingkat bunga tetap 6,70% per tahun.

Berdasarkan pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Selasa (17/9) berikut jadwal penerbitan obligasi Astra Sedaya:

  • Masa penawaran: 26-27 September 2024
  • Penjatahan: 30 September 2024
  • Pengembalian uang pemesanan: 2 Oktober 2024
  • Distribusi obligasi secara elektronik: 2 Oktober 2024 
  • Pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia: 3 Oktober 2024.

Astra Sedaya menunjuk tujuh penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi obligasi. Ketujuh underwriter obligasi Astra Sedaya adalah BRI Danareksa Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Mega Capital Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia.

"Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran obligasi setelah dikurangi biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan perusahaan untuk modal kerja seluruh kegiatan usaha perusahaan yang mencakup investasi, modal kerja, multiguna, sewa operasi, kegiatan pembiayaan syariah, dan pembiayaan lain berdasarkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan," ungkap Astra Sedaya dalam informasi tambahan ringkas yang diterbitkan pada 13 September 2024 lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)