Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Anak Usaha WIKA Ekspor 10 Box Jembatan Modular Unibridge ke Australia

 

Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON) mengirimkan 10 box jembatan modular unibridge ke Australia.

Jembatan modular unibridge untuk 2 girder jembatan span 51,7 meter dengan berat total 160 ton. Produk yang diekspor tersebut merupakan hasil produksi dari pabrik Fabrikasi Baja Majalengka WIKAIKON. 

Pengiriman akan dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Brisbane, Australia. Produk unggulan ini dijadwalkan akan tiba pada tanggal 11 Oktober 2024 dan akan dipasang di Munna Creek, Australia.

Direktur Utama WIKAIKON, Sidiq Purnomo menjelaskan, jembatan modular unibridge diproduksi secara segmental box (per section) dan dirakit menggunakan sambungan Ears & Pin. 

Keunggulan Unibridge ini adalah lebih cepat diproduksi, lebih mudah dalam segi pengiriman dan lebih cepat dirakit, sehingga produktivitas selama fase fabrikasi dan instalasi jembatan akan meningkat. Hal ini berujung pada peningkatan efisiensi yang akan dirasakan oleh pemilik pekerjaan. 

“Produk ini juga memiliki tingkat presisi tinggi selama proses produksi, dengan dilakukannya trial assembly di workshop untuk memastikan span girder terinstal sesuai dengan geometri desain yang telah direncanakan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (24/9).

Menurut Sidiq, pengiriman ini merupakan salah satu bukti kepercayaan yang diberikan pasar internasional kepada WIKAIKON dan komitmen dalam menjaga kualitas serta inovasi produk konstruksi baja.

“Proyek jembatan modular di Munna Creek ini menegaskan kemampuan WIKAIKON untuk menyediakan solusi infrastruktur global yang cepat, kuat, dan berkualitas tinggi,” paparnya.

Jembatan modular Unibridge ini merupakan hasil kerja sama antara WIKAIKON dan Matiere SAS dari Prancis. Produk ini diproduksi di Pabrik Fabrikasi Baja milik WIKAIKON, serta telah diekspor ke berbagai negara di Asia Tenggara. 

Sidiq menuturkan, proyek ini menambah daftar portofolio WIKAIKON dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional maupun internasional.

Sebelumnya, WIKAIKON telah menyelesaikan proyek Unibridge Tol Akses Teluk Lamong, Unibridge Tol Manado-Bitung, Unibridge Tol Padang-Pekanbaru, serta ekspor Unibridge ke Filipina untuk proyek Balintawak & Alabang.

Dengan keberhasilan ekspor ini, WIKAIKON semakin menunjukan kemampuan WIKAIKON dalam bersaing di pasar global. 

"WIKAIKON juga berkomitmen terus berinovasi melalui peningkatan kemampuan engineering untuk menghasilkan produk baja berkualitas tinggi yang mampu bersaing di kancah internasional," tuturnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)