Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pasar Altcoin Merosot, Ethereum Sentuh Titik Terendah dalam 3 Tahun Terakhir

 

Pasar altcoin, termasuk Ethereum (ETH), tengah mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Ethereum, salah satu altcoin terbesar, mencatat harga US$ 2,790 pada 26 Agustus 2024, sebelum turun ke US$ 2,301 pada 9 September 2024. 

Penurunan ini menempatkan Ethereum pada titik terendah terhadap Bitcoin dalam hampir tiga tahun terakhir.

Meski mengalami penurunan, terdapat indikasi bahwa kondisi ini mungkin bersifat sementara. Pasar altcoin dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan teknologi, sentimen investor, dan arus likuiditas global. 

Menurut laporan Cointelegraph.com, salah satu faktor utama yang memengaruhi pasar altcoin adalah injeksi likuiditas dari Tiongkok, yang cenderung meningkat di akhir tahun dan mencapai puncaknya pada Februari. 

Peningkatan likuiditas global, terutama dengan kebijakan Quantitative Easing (QE) dari China dan Amerika Serikat, berpotensi mendorong kenaikan signifikan di pasar altcoin.

Quantitative Easing adalah kebijakan moneter non-konvensional yang dilakukan oleh bank sentral dengan cara menambah jumlah uang yang beredar di pasar. 

Bank sentral membeli aset keuangan dari bank atau institusi keuangan serta surat berharga milik pemerintah berjangka panjang, dengan tujuan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pinjaman atau kredit. 

Kebijakan ini biasanya diterapkan ketika metode konvensional dalam mengelola ekonomi dianggap tidak efektif.

CEO Indodax, Oscar Darmawan, menilai kondisi pasar kripto saat ini tidak lepas dari siklus yang sering terjadi, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global seperti kebijakan moneter dan tren adopsi teknologi. 

Oscar mencatat bahwa fluktuasi harga altcoin sering kali mengikuti pola musiman dan pergerakan likuiditas global, terutama dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. 

Ia juga menyoroti peran penting The Fed dalam menentukan arah pasar. "Dengan The Fed yang berencana menurunkan suku bunga mulai bulan September, ini bisa menjadi katalis bagi pasar altcoin untuk pulih dan tumbuh," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/9).

Altcoin telah menjadi bagian integral dari portofolio investasi para trader dan investor. Platform Indodax menawarkan berbagai pilihan altcoin, termasuk Ethereum, yang terus menjadi favorit meskipun mengalami fluktuasi harga. Oscar Darmawan juga menekankan pentingnya diversifikasi dalam investasi kripto. 

"Di Indodax, kami selalu mendorong para pengguna untuk tidak hanya berfokus pada Bitcoin saja, tetapi juga mengeksplorasi potensi dari berbagai altcoin. Dengan demikian, mereka dapat memaksimalkan peluang investasi di tengah dinamika pasar yang terus berubah," tambahnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini