Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Simak Rekomendasi Saham PNLF, INTP dan ANTM untuk Hari Ini (26/9)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren koreksi pada sesi hari ini, Kamis (26/9). Sebelumnya, pada penutupan bursa kemarin, IHSG turun 0,48% atau 37,59 poin ke level 7.740,90.

Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menerangkan, Gubernur bank sentral China Pan Gongsheng dalam pidatonya berjanji akan memberikan stimulus yang lebih besar kepada pasar.

Pan menurunkan tingkat suku bunga 1 year Medium Term Lending Facility Rate dari sebelumnya 2.3% menjadi 2%, dengan volume yang sama seperti sebelumnya. 

"Pemangkasan sebanyak 30 bps ini merupakan yang terbesar yang pernah ada, sebagai bagian dari proses untuk memulihkan kepercayaan pelaku pasar dan investor di seluruh dunia," tulis Nico dalam riset hariannya, Kamis (26/9).

Sentimen dari domestik, Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai antara 4,8% dan 5,6% pada tahun 2025. Selain itu, BI juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2024 akan berada di kisaran 4,7% hingga 5,5%. 

Bank Indonesia (BI) juga menyebutkan bahwa inflasi di Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mendekati target jangka menengah sebesar 2%, yang menyebabkan perlambatan ekonomi dan peningkatan pengangguran di AS. 

Hal ini dapat mendorong penurunan pemangkasan suku bunga The Fed atau Fed Fund Rate lebih cepat dari sebelumnya.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 7.670 – 7.830," terangnya.

Berikut ini adalah rekomendasi teknikal dari Pilarmas Investindo Sekuritas untuk perdagangan hari ini, Kamis (26/9).

1. PT Panin Financial Tbk (PNLF)

  • Harga penutupan: Rp 438
  • Target harga: Rp 456
  • Support: Rp 432
  • Resistance: Rp 460

2. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

  • Harga penutupan: Rp 7.000
  • Target harga: Rp 7.150
  • Support: Rp 6.775
  • Resistance: Rp 7.200

3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

  • Harga penutupan: Rp 1.440
  • Target harga: Rp 1.470
  • Support: Rp 1.380
  • Resistance: Rp 1.480

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)