Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Bank Indonesia: Penyaluran KPR Naik 8,67 Persen di September 2021

 

Bank Indonesia (BI) mencatat seluruh kelompok penggunaan kredit telah tumbuh positif. Terutama kredit konsumsi dan kredit modal kerja.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan kredit yang lebih tinggi tercatat pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Yakni sebesar 8,67 persen pada September 2021.

"Hal ini sejalan dengan tingginya permintaan kredit kepemilikan rumah," tuturnya dalam video konferensi Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI - Oktober 2021, Selasa (19/10).

Selain KPR, pertumbuhan kredit UMKM meningkat menjadi sebesar 2,97 persen (yoy) pada September 2021. Menurut Perry, ini mengindikasikan perbaikan lebih lanjut dunia usaha pada sektor UMKM.

Oleh karena itu, Bank Indonesia akan terus melanjutkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong peningkatan kredit perbankan.

"Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit pada 2021 diprakirakan pada kisaran 4 persen -6 persen dan pertumbuhan DPK pada kisaran 7 persen -9 persen," tutupnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025