Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Bukti-bukti Viking Sampai Amerika Sebelum Columbus

 

Temuan terbaru mengarah pada simpulan suku Viking merupakan yang pertama sampai di Amerika Serikat (AS). Peneliti menyebut Viking sampai di tanah Amerika 500 tahun lebih dulu dibanding dengan Christopher Columbus.

Jejak aktivitas Viking di tanah Amerika terkuak dari sisa-sisa bangunan kayu di permukiman prasejarah dikenal dengan nama L'Anse aux Meadows.

Permukiman tersebut berada di ujung utara Peninsula, Newfoundland, Kanada. Arkeolog telah melakukan penelitian pada situs bersejarah tersebut sejak tahun 1960-an.

Penelitian terbaru yang diterbitkan Nature menunjukkan beberapa data yang dibutuhkan dalam memberi kejelasan pada isu ini.

Sebuah tim arkeolog yang dipimpin oleh Michael Dee dari Universitas Groningen, Belanda menyediakan bukti baru yang menunjukkan bahwa suku Viking aktif di L'Anse aux Meadows pada 1021, tepat seribu tahun yang lalu.

Dilansir dari Gizmodo, dalam sebuah surel, Dee menyimpulkan bahwa timnya adalah "yang pertama dan satu-satunya orang Eropa yang berad di Amerika sebelum Columbus" yang melintasi Atlantik pada 1492.

Kemampuan suku Viking dalam melaut yang sudah menjadi rahasia umum membawa mereka ke sejumlah wilayah. Pada abad ke-9, Viking disebut mencapai Islandia, kemudian sampai di Amerika Utara pada abad ke-11.

Meski begitu, tidak diketahui waktu pasti kapan Viking mencapai wilayah tersebut.

"Dalam upaya penanggalan situs arkeologis, kita perlu catatan tertulis kontemporer atau sejumlah artefak dalam jumlah besar yang bisa diletakkan dalam satu periode waktu yang pasti," kata Dee menjelaskan proses penanggalan yang memakan waktu lama.

"L'Anse aux Meadows tidak memenuhi kedua hal tersebut. Metode penanggalan sains terbaik kemungkinan adalah proses penanggalan radiokarbon, namun proses ini hanya dapat menyediakan data waktu dengan abad terdekat," tambahnya.

Untuk melakukan penanggalan pada situs tersebut, Dee dan koleganya menganalisis tiga buah kayu yang dikumpulkan dari situs tersebut, dan ketiganya berasal dari pohon yang berbeda.

Kayu-kayu tersebut diklaim sebagai sisa-sisa dari penebangan kayu hasil aktivitas suku Viking di L'Anse aux Meadows.

Simak penjelasan dari bukti Viking lebih dulu tiba di Amerika di halaman berikutnya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025