Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Kredit Tumbuh 13,8 Persen, BCA Raup Laba Rp 23,2 T per Kuartal III 2021

 

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp23,2 triliun hingga kuartal III 2021, atau naik 15,8 persen secara year on year (YoY). Perolehan laba tersebut dipicu oleh kenaikan penyaluran kredit baru sebesar 13,8 persen YoY.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) juga tumbuh 21,0 persen YoY hingga akhir September 2021.

"Kami mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus covid-19 di Indonesia, termasuk mengakselerasi program vaksinasi, sehingga aktivitas bisnis mulai menunjukkan pemulihan seiring peningkatan mobilitas," ungkapnya dalam Virtual Press Conference Paparan Kinerja BCA Triwulan III 2021, Kamis (21/10).

Jahja menyebut, penyaluran kredit baru tercatat lebih tinggi dibandingkan tingkat pelunasan (loan repayment). Sehingga, total kredit BCA tumbuh 4,1 persen YoY menjadi Rp605,9 triliun pada September 2021.

"Kemudian, penempatan pada obligasi korporasi juga tumbuh positif, naik 16,1 persen YoY. Secara keseluruhan, portofolio total kredit dan obligasi korporasi meningkat 4,5 persen YoY menjadi Rp 630,2 triliun," ungkapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025