Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Daftar Aplikasi Android Bisa Dipakai di Windows 11

 

Microsoft akhirnya mengizinkan aplikasi Android digunakan pada Windows 11. Saat ini sudah bisa dicoba pengguna yang terdaftar sebagai beta tester di Windows Insider Program.

Sebelumnya Microsoft meluncurkan sistem operasi terbaru Windows 11 pada 5 Oktober lalu untuk menggantikan pendahulunya, Windows 10. Windows 11 membawa sejumlah pembaruan yang memberi pengalaman baru bagi pengguna sistem operasi ini.

Pengguna bisa mencoba aplikasi Android di Windows 11 dengan perangkat yang menggunakan prosesor Intel, AMD, dan Qualcomm.

Pengguna dapat mencari aplikasi Android dengan mengakses Microsoft Store. Pada bagian Microsoft Store, pengguna akan ditampilkan bermacam aplikasi untuk diunduh dan diinstall yang berasal dari Amazon Appstore yang telah terintegrasi dengan Microsoft Store.
Lihat Juga :
[img-title]
10 Cara Mempercepat Performa Windows 10 yang Lemot

Aplikasi Android dapat digunakan berdampingan dengan aplikasi Windows pada perangkat pengguna, aplikasi tersebut juga terintegrasi dengan fungsi Alt + Tab dan Taskview, serta pengguna dapat melakukan Pin pada aplikasi tersebut ke menu Start atau Taskbar.

Dilansir dari laman resmi Windows, pengguna disebut dapat melihat notifikasi aplikasi Android pada bagian Action Center atau membagikan clipboard antara aplikasi Windows dan aplikasi Android.

Hal tersebut tentu menjadi sebuah pengalaman baru yang memudahkan pengguna dalam beraktivitas lintas aplikasi.

Microsoft menyebut pihaknya telah membangun pengalaman yang mengedepankan aksesibilitas, seperti memberikan pengaturan aksesibilitas yang sama yang diberikan ke aplikasi Windows pada aplikasi-aplikasi Android.

Microsoft mengatakan pihaknya sedang melakukan kerja sama dengan raksasa teknologi Amazon untuk memberikan lebih banyak inovasi. Dilansir dari The Verge, Microsoft telah bekerja sama dengan Amazon untuk mengkurasi 50 aplikasi yang diuji coba pada Windows 11.

Aplikasi tersebut di antaranya adalah games seperti Lords Mobile, June's Journey, dan Coin Master. Kemudian beberapa aplikasi untuk membaca, seperti Kindle atau aplikasi serial komik digital yang dapat memudahkan membaca pada perangkat tablet berbasis Windows.

Selain itu sejumlah aplikasi anak seperti Lego Duplo World dan Khan Academy Kids juga bisa pengguna coba pada versi beta aplikasi Android di Windows 11 ini.

Lebih lanjut, 50 aplikasi yang bisa dicoba saat ini hanya sebagian kecil dari tiga jutaan aplikasi yang ada Google Play Store maupun 600 ribuan aplikasi yang ada di Amazon Appstore. Angka tersebut diklaim akan terus bertambah.

Meski begitu belum ada kepastian berapa jumlah aplikasi Android yang akan dibawa oleh Microsoft ke dalam fitur terbarunya tersebut.
Cara kerja aplikasi Android di Windows 11

Microsoft membangun sebuah subsistem di Windows 11 untuk yang memungkinkan penggunaan aplikasi Android. Subsistem tersebut mencakup Linux kernel dan basis Android OS pada Android Open Source Project (AOSP) versi 11.

"Subsistem berjalan di mesin virtual Hyoer-V, seperti subsistem Windows untuk Linux. Sistem tersebut memahami bagaimana memetakan runtime dan API dari aplikasi di lingkungan AOSP ke dalam layar grafis Windows, buffer memori, mode input, perangkat virtual dan fisik, dan juga sensor," tulis Windows dalam keterangan resmi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025