Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

PT EMI Resmi Jadi Anak Usaha PLN

 PT Energy Management Indonesia (Persero) atau EMI, perusahaan yang fokus pada energi baru terbarukan (EBT), resmi menjadi anak usaha PT PLN (Persero). Target penggabungan ini, EMI bisa meraup pendapatan sebesar Rp 8 triliun di 2025. Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, pengalihan saham EMI ke PLN dilakukan berdasarkan PP No. 65 tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke dalam modal saham Persero PT PLN. Selain itu, penggabungan ini didukung dengan terbitnya Keputusan Menteri Hukum dan HAM terkait perubahan anggaran dasar EMI pada 9 September 2021 dalam rangka bergabung dengan PLN. Baca juga: PLN Jamin Pasokan Listrik Selama Penyelenggaraan Balapan di Mandalika "Dengan demikian PT Energy Management Indonesia secara legal telah sah menjadi anak perusahaan PLN," ujarnya dalam acara Launching EMI ke dalam PLN Group secara virtual, Jumat (22/10/2021). Zulkifli mengatakan, dengan bergabungnya EMI ke PLN dan bertransformasi sebagai leading energy service company (ESCo), maka diproyeksikan pada 2025 EMI bisa mencapai pendapatan sebesar Rp 8 triliun, atau secara kumulatif dalam 5 tahun mencapai Rp 13 triliun. "Serta dengan estimasi EBIT (laba sebelum bunga dan pajak sebesar Rp 825 miliar atau setara akumulatif 5 tahun ke depan sebesar Rp 1 triliun," imbuh dia. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Ia meyakini, dengan bergabungnya EMI ke PLN dapat mendukung percepatan untuk mencapai target pemerintah nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) di 2060. Selain itu, bisa mencapai target BUMN untuk mengurangi Co2 sebesar 29 persen pada 2030 dan berkontribusi pada program dekarbonisasi lebih dari 300 juta ton. PLN sendiri menargetkan, capaian dekarbonisasi bisa sebesar 117 juta ton Co2 di 2025. Hal itu dilakukan dengan pembangunan pembangkit EBT sebanyak 5 gigawatt (GW) di 2024. Baca juga: Ini Dana Investasi yang Dibutuhkan PLN Dalam 10 Tahun ke Depan Kemudian dilakukan dengan peningkatan biomassa co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan target 1,8 GW di 2025, serta dilakukan penggantian pembangkit diesel menjadi EBT dengan target sebesar 0,6 gigawatt. "Dalam pelaksanaan program dekarbonisasi tersebut, EMI akan berkontribusi sebesar 3,29 juta ton Co2. Selain itu, EMI akan berperan dalam dekarbonisasi 4,19 juta ton Co2 di luar PLN," jelas Zulkifli. Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan, penggabungan EMI ke PLN menjadi salah satu transformasi yang dilakukan pada perusahaan-perusahaan pelat merah. Sehingga, diharapkan terjadi efisiensi dalam upaya untuk mencapai energi hijau. "Ini bukti kita lakukan efisien dengan bergabungnya EMI ke dalam ekosistem PLN, sehingga jelas EMI merubah bisnis modelnya dengan menjadi bagian dari auditing sistem untuk energi hijau. Ini sangat menarik, karena PLN juga bertransfromasi, saya rasa ekosistem ini menjadi penting," jelas Erick. Dapatkan update berita pilihan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)