Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Vivo Ungkap Alasan Usung Mekanisme Kamera Geser di Depan


Bestprofit - PR Manager Vivo Indonesia Tyas Rarasmurti buka suara terkait alasan pihaknya mengusung mekanisme kamera geser untuk Vivo V15. Menurutnya hal itu dilakukan agar bentang layar penuh tanpa ada modul kamera depan pada layar.

Tyas menilai penggunanya tidak terlalu membutuhkan fitur serupa untuk kamera belakang. Kendati tahun lalu Vivo Nex sudah menelurkan mekanisme serupa untuk kamera belakang.

Menurut Tyas, mekanisme kamera geser mengubah konstruksi badan ponsel yang bisa mengubah sensasi ketika dalam genggaman tangan.


"Ketika kita bicara kamera di belakang itu tidak akan mempengaruhi layar sebenarnya. Yang mau kami cari adalah pengalaman konsumen agar bisa mendapatkan layar penuh, untuk itu pop-up yang diutamakan untuk kamera selfie," kata Tyas usai acara product review V15 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/2).
Dengan begitu, perusahaan asal China ini mengatakan konsumen memiliki tendensi merasakan layar lapang tanpa terganggu modul kamera.

Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


Adanya mekanisme kamera geser di bagian depan membuat pengguna menikmati pengalaman menggunakan ponsel tanpa terganggu dengan 'notch'.
"Kami lihat tren 2019 ini lebih ke pengalaman menikmati layar lebih luas. Makanya kami bikin pop-up kamera selfie agar lebih enak, nyaman dan tidak ada halangan apapun," kata Tyas.

Sesungguhnya saat ini, Oppo Find X sudah terlebih dahulu hadir dengan kamera pop-up. Perbedaan dengan V15 adalah Oppo Find X memberikan mekanisme geser pada kamera depan dan belakang, sementara V15 hanya pada kamera belakang saja. Tahun lalu, Vivo juga sudah mengenalkan konsep serupa lewat Nex.
Tyas mengatakan pihaknya mengetahui V15 akan berhadapan langsung dengan Oppo Find X. Dalam persaingan ini, ia manruh ambisi untuk menjadikan V15 sebagai pencetus tren (trendsetter).

"Persaingan pasar yang selalu ada. Kami ingin pikirkan bagaimana V15 ini bisa menjadi ponsel populer selanjutnya di Indonesia," imbuhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)