Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Melangkah ke Pulau Rinca


Pro dan kontra terkait rencana penutupan sementara Taman Nasional Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat banyak pihak resah. Khususnya para pelaku industri wisata dan wisatawan.

Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sudah resmi mengumumkan hanya akan menutup kawasan Pulau Komodo jika memang harus ditutup sesuai rekomendasi tim. Artinya pulau-pulau lain yang dihuni oleh Komodo, seperti Pulau Rinca tetap bisa dikunjungi.
Pulau Rinca berada di sebelah barat Pulau Flores, yang dipisahkan oleh Selat Molo. Pulau ini juga merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, karena merupakan kawasan Taman Nasional Komodo bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Padar dan Gili Motang.


Selain komodo, pulau ini juga menjadi habitat babi liar dan kerbau.

Untuk menjangkau pulau Rinca, wisatawan dapat menumpang perahu dari Labuan Bajo di Flores barat.

Dari dermaga Loh Buaya, pelayaran ditempuh dalam waktu dua jam.

Tarif menumpang perahu dari Labuan Bajo ke Pulau Rinca bervariasi, tergantung jenis perahu yang ditumpangi.

Tapi ada baiknya untuk mendaftar pada jasa open trip, agar bisa menyewa secara berkelompok dan lebih murah.

Setibanya di dermaga, pengunjung akan dipadu oleh para penjaga hutan (ranger) untuk menjelajahi dan menelusuri jejak komodo di Pulau Rinca.

Untuk bisa masuk ke kawasan Pulau Rinca, wisatawan nusantara hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp25 ribu per orang. Namun itu belum termasuk biaya ranger, dan jangan sekali-kali abaikan peran ranger demi keselamatan dari terjangan komodo.

Pulau Rinca memiliki beberapa fasilitas penunjang untuk para wisatawan, seperti homestay, warung, hingga toilet umum. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke tempat ini tak perlu khawatir akan 'nasibnya'.

Biasanya wisatawan yang berkunjung ke Pulau Rinca akan melakukan kegiatan treking, rutenya bervariasi mulai dari yang pendek hingga panjang. Pemandangan berupa perbukitan dan laut biru adalah hal yang lumrah ditemui di sini.

Pulau Rinca juga mengajak setiap wisatawan untuk menyelamatkan lingkungan, lewat program adopsi bakau. Untuk mengadopsi satu bibit, setiap pengunjung bisa 'menebusnya' dengan harga Rp150 ribu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini