Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Komunitas Bumi Datar Cari Dana Gelar Konferensi di Indonesia


PT.Bestprofit-- Indonesian Flat Earth Research (IFER) atau komunitas bumi datar di Indonesia bersiap menggelar konferensi nasional perdana pada Oktober mendatang di Jakarta.

Chief executive officer dan pendiri IFER Wahidin Amir mengatakan pihaknya sedang menyusun konferensi perdananya itu yang akan dibuat dengan konsep seminar.

"Ada gambaran bahwa akan dibuat seperti seminar, nanti dibuat rundown nya, siapa aja profesor-profesor yang akan diundang untuk mempresentasikan kajian-kajian ilmiah," ujar Wahidin
Ia mengaku belum bisa memastikan konsep serta tempat untuk menyelenggarakan konferensi nasional itu karena saat ini pihaknya sedang fokus mengumpulkan dana. Konferensi ini nantinya terbuka untuk masyarakat umum.

"Saat ini kita lagi kumpulin dana untuk event sebesar itu dan kita juga lagi buat kepanitiaan, maka dari itu kita rapat lagi bulan depan apa saja yang harus kita sepakati," imbuhnya.

Indonesian Flat Earth Research (IFER) sebagai penyelenggara juga bekerja sama dengan dua komunitas bumi datar lainnya yakni FE 101 dan Flat Earth Society.

Terkait komunitas yang didirikannya, Wahidin mengatakan sebagai cabang dari Flat Earth 101. Wahidin dan tim lebih bayak berperan sebagai tim riset.
"Kita hanya di riset, mencoba untuk membuktikan benar atau tidak bumi itu bulat seperti yang dikatakan sains modern sekarang," ucapnya.

Dibandingkan Indonesia, konferensi penganut Bumi datar di AS sudah dua kali dilakukan yaitu pada November 2017 dan Desember 2018 silam.

Dalam konferensi tersebut, peserta disuguhkan dengan presentasi serta perdebatan yang mempromosikan bahwa bentuk Bumi itu datar. Penganut bumi datar itu beranggapan bahwa tidak ada gambaran asli yang ditunjukkan oleh media mengenai bentuk Bumi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini