Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Komunitas Bumi Datar Cari Dana Gelar Konferensi di Indonesia


PT.Bestprofit-- Indonesian Flat Earth Research (IFER) atau komunitas bumi datar di Indonesia bersiap menggelar konferensi nasional perdana pada Oktober mendatang di Jakarta.

Chief executive officer dan pendiri IFER Wahidin Amir mengatakan pihaknya sedang menyusun konferensi perdananya itu yang akan dibuat dengan konsep seminar.

"Ada gambaran bahwa akan dibuat seperti seminar, nanti dibuat rundown nya, siapa aja profesor-profesor yang akan diundang untuk mempresentasikan kajian-kajian ilmiah," ujar Wahidin
Ia mengaku belum bisa memastikan konsep serta tempat untuk menyelenggarakan konferensi nasional itu karena saat ini pihaknya sedang fokus mengumpulkan dana. Konferensi ini nantinya terbuka untuk masyarakat umum.

"Saat ini kita lagi kumpulin dana untuk event sebesar itu dan kita juga lagi buat kepanitiaan, maka dari itu kita rapat lagi bulan depan apa saja yang harus kita sepakati," imbuhnya.

Indonesian Flat Earth Research (IFER) sebagai penyelenggara juga bekerja sama dengan dua komunitas bumi datar lainnya yakni FE 101 dan Flat Earth Society.

Terkait komunitas yang didirikannya, Wahidin mengatakan sebagai cabang dari Flat Earth 101. Wahidin dan tim lebih bayak berperan sebagai tim riset.
"Kita hanya di riset, mencoba untuk membuktikan benar atau tidak bumi itu bulat seperti yang dikatakan sains modern sekarang," ucapnya.

Dibandingkan Indonesia, konferensi penganut Bumi datar di AS sudah dua kali dilakukan yaitu pada November 2017 dan Desember 2018 silam.

Dalam konferensi tersebut, peserta disuguhkan dengan presentasi serta perdebatan yang mempromosikan bahwa bentuk Bumi itu datar. Penganut bumi datar itu beranggapan bahwa tidak ada gambaran asli yang ditunjukkan oleh media mengenai bentuk Bumi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)