Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Google Buat Perisai untuk Lindungi Kata Sandi Pengguna


Google telah meluncurkan alat yang bisa mendeteksi apabila kata kunci (password) pengguna telah dicuri dalam pembobolan data di situs tertentu. Alat ini akan mengingatkan pengguna untuk merubah kata sandi agar menangkal peretas untuk mengakses email Anda.

Dilansir dari CNBC, alat yang dinamakan Password Checkup ini merupakan 'plug in' yang harus dipasang dalam Chrome. Ketika dipasang, alat ini akan memberi tahu apakah pengguna perlu merubah kata sandi atau tidak.

Cara memasang cukup mudah, pengguna tinggal ke klik tautan situs berikut ini kemudian tekan 'Add to Chrome'. Pengguna lantas akan melihat ikon perisai di sebelah kanan browser.
Ketika sedang berselancar di Web, kemudian 'Password Checkup' mendeteksi bahwa pengguna menggunakan kata sandi yang telah dibobol, maka alat tersebut akan memberi peringatan untuk mengubah kata sandi pengguna.


"Jika kami mendeteksi bahwa nama pengguna dan kata sandi di situs yang digunakan adalah salah satu dari lebih dari 4 miliar kredensial yang kami tahu telah dibobol, ekstensi akan memicu peringatan otomatis dan menyarankan Anda mengubah kata sandi Anda," kata Google.

Dilansir dari Duo, alat ini adalah upaya Google untuk mengatasi masalah penggunaan berulang-ulang kata sandi di web. Ketika pengguna mencoba masuk ke situs web atau aplikasi melalui browser Chrome, alat akan memeriksa kata sandi terhadap basis data internal Google yang berisi miliaran kredensial login yang sudah dibobol.
Jika kata sandi tersebut terdaftar ke basis data tersebut maka pengguna akan diperingatkan dan diminta untuk membuat kata sandi baru.

Meskipun sering diingatkan untuk tidak menggunakan kembali kata sandi, masalah ini masih lazim terjadi. Google mensurvei tiga ribu orang dewasa di Amerika Serikat untuk memahami apa yang mereka pikirkan tentang keamanan online dan apa yang sebenarnya mereka lakukan.

69 persen orang dalam jajak pendapat berpikir telah melindungi akun online mereka dengan baik, tapi perilaku mereka menunjukkan hal sebaliknya.

Meskipun 59 persen merasa akun mereka lebih aman daripada "pengguna Internet rata-rata", 65 persen menggunakan kembali kata sandi yang sama di beberapa situs.

Survei juga menemukan bahwa 51 persen memiliki kata sandi favorit yang mereka gunakan berkali-kali untuk di berbagai aplikasi dan situs. Hanya 24 persen pengguna dalam survei yang mengatakan mereka menggunakan pengelola kata sandi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini