Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Hindari Tangki Bensin Kosong di Saat Cuaca Dingin Ekstrem


BESTPROFIT Cuaca ekstrem sedang melanda sejumlah negara. Seperti di bumi belahan utara cuaca dingin ekstrem mencapai minus 28 derajat Celsius bahkan minus 54 derajat Celsius untuk sebagian wilayah di Ontario, Kanada.

Dalam kondisi itu banyak pemilik tak menyadari bahwa cuaca dingin ekstrem bisa menyebabkan mobil atau motor secara tiba-tiba 'ngadat'. Ada alasan mendasar mengapa kendaraan mogok, sementara mobil rutin servis dan diyakini tidak ada masalah dengan sistem kelistrikan.

Mengutip Southern Living, Kamis (7/2) mogok bisa disebabkan pemilik lupa tangki bahan bakar yang tidak terisi penuh. Untuk diketahui ruang kosong di dalam tangki menyebabkan terjadinya proses kondensasi.

Kondensasi adalah pengembunan atau perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas menjadi cairan. Kondensasi cairan air potensi membeku menjadi es dan menyumbat aliran bensin menuju ruang bakar mobil.

Oleh karenanya saat cuaca ekstrem menjaga penuh tangki bahan bakar sangat penting. Mengapa demikian, karena tangki yang terisi penuh mampu mencegah bahan bakar menguap dan berubah menjadi air.

Head Dealer Technical Support PT Toyota-Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan proses kondensasi umum terjadi jika kendaraan jarang digunakan baik di cuaca normal dan dingin.
"Kondisi ini (kondensasi) untuk kendaraan yang dibiarkan lama, karena bisa menimbulkan kondensasi di dalam tanki bensin, namun kalau dipakai harian tidak masalah," katanya, Rabu (6/2).

Didi menambahkan efek buruk kondensasi untuk kendaraan-kendaraan di Indonesia bisa menimbulkan korosi pada tangki BBM, selain menimbulkan masalah pada gerak mesin.

"Dapat menimbulkan karat dan dapat menyebabkan mobil jadi 'brebet' karena ada kandungan air (dalam bahan bakar)," ucap Didi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025