Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Warren Buffett mencicip pasar e-commerce di India

PT BESTPROFIT Warren Buffett memang sudah menghempaskan kepemilikannya di Walmart. Tapi, pendiri Berkshire Hathaway Inc ini masih terlihat sangat tertarik dengan pasar ritel. Kabar terbaru, Berkshire akan berinvestasi 20 miliar - 25 miliar rupee (US$ 285 juta - US$ 356 juta) di One97 Communication Ltd asal India. 

Ini adalah perusahaan induk pemilik Paytm, salah satu e-commerce yang terbesar di India yang bersaing dengan Flipkart dan Amazon. Menurut seorang sumber pada media Economic Times India, Senin, Buffett akan mengambil 3%-4% saham induk Paytm tersebut. Transaksi tersebut akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan, dan menjadikan nilai Paytm lebih dari US$ 10 miliar. 

Ini akan menjadi investasi langsung Buffett pertama di India," kata sumber tersebut. Salah satu tangan kanan Berkshire, Todd Combs akan memimpin transaksi tersebut.Berkshire pernah mencoba masuk ke pasar India. Tahun 2011, Buffett masuk lewat Bajaj Allianz General. BEST PROFIT

Namun, dia menyerah dua tahun kemudian lantaran kurangnya pencapaian kinerja dan keterbatasan kepemilikan asing di India. Paytm sejatinya sudah memiliki pemegang saham utama raksasa, di antaranya SoftBank dari Jepang dan Alibaba dari China. Paytm berkapitalisasi sekitar US$ 7 miliar ketika disuntik US$ 1 miliar oleh SoftBank Vision Fund tahun lalu.

Baik Berkshire, One97 Communications, SoftBank, dan Alibaba belum merespons Economic Times.  Paytm merupakan e-commerce yang memberi solusi lengkap. Tak hanya menjajakan berbagai produk, Paytm juga memberikan solusi pembayaran, juga pembelian produk investasi emas. BESTPROFIT

Paytm juga mengklaim sebagai pemimpin penyedia solusi pembayaran berbasis QR di India. Pekan lalu, Paytm yang berbasis di Noida ini mengumumkan, mengakomodasi transaksi gros rata-rata tahunan senilai US$ 50 miliar per akhir Juni 2018 lalu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)