Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Kakek di Jember Ini Mengaku Supriyadi Komandan PETA yang Hilang

Kakek di Jember Ini Mengaku Supriyadi Komandan PETA yang Hilang
PT BESTPROFIT - Seorang kakek di Jember mengaku sebagai sosok pemimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi. Pria yang kini tinggal di Dusun Gondosari, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan ini mengaku selama ini menyembunyikan identitasnya sebagai Supriyadi demi keselamatan diri.

"Karena saya dicari-cari untuk dibunuh, maka saya menghilangkan jejak," kata pria ini, Kamis (16/8/2018). BESTPROFIT 


Di Jember, dia menggunakan nama Waris Yono. Dia menikah dengan warga Tamansari, Wuluhan bernama Suparmi dan dikaruniai tiga anak. BEST PROFIT 

"Selama 42 tahun saya tinggal di Jember dengan menyembunyikan identitas saya yang sesungguhnya. Saya memakai nama Waris Yono," katanya.

Sebelumnya, pria yang mengaku sebagai sosok Supriyadi ini berpindah-pindah tempat. Di tempat dia singgah selalu memakai nama samaran.

"Banyak sudah tempat yang saya singgahi, rata-rata saya menetap 8 bulan hingga 2 tahun. Pakai nama beda-beda. Sampai akhirnya saya menetap di Wuluhan, Jember ini," terangnya.

Di Wuluhan, Supriyadi alias Waris Yono ini juga memiliki sebuah padepokan. Padepokan itu dia beri nama Songgo Wijoyo.

"Artinya menjadi penyangga sebuah kejayaan," terangnya menjelaskan arti nama padepokannya.

Waris Yono mengaku sengaja mengungkap jati dirinya sebagai Supriyadi demi meluruskan sejarah. Dia juga menjamin memiliki bukti-bukti konkret mengenai sosoknya sebagai Supriyadi.

"Kalau bukti ya lengkaplah, termasuk tanda pangkat saya selama masih menjadi anggota PETA," tandasnya.

Namun dia tidak memaksa orang mempercayai apa yang dikatakannya itu. Bahkan dia juga tidak menyalahkan anggapan sebagian orang yang percaya bahwa Supriyadi sudah meninggal.

"Ya nggak salah yang menganggap Supriyadi sudah mati, kan kuburannya memang ada. Saya juga nggak masalah apakah orang percaya atau tidak mengenai siapa saya yang sebenarnya. Itu hak masing-masing orang," tegasnya. 

Sumber : Detik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025