Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Kakek di Jember Ini Mengaku Supriyadi Komandan PETA yang Hilang

Kakek di Jember Ini Mengaku Supriyadi Komandan PETA yang Hilang
PT BESTPROFIT - Seorang kakek di Jember mengaku sebagai sosok pemimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi. Pria yang kini tinggal di Dusun Gondosari, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan ini mengaku selama ini menyembunyikan identitasnya sebagai Supriyadi demi keselamatan diri.

"Karena saya dicari-cari untuk dibunuh, maka saya menghilangkan jejak," kata pria ini, Kamis (16/8/2018). BESTPROFIT 


Di Jember, dia menggunakan nama Waris Yono. Dia menikah dengan warga Tamansari, Wuluhan bernama Suparmi dan dikaruniai tiga anak. BEST PROFIT 

"Selama 42 tahun saya tinggal di Jember dengan menyembunyikan identitas saya yang sesungguhnya. Saya memakai nama Waris Yono," katanya.

Sebelumnya, pria yang mengaku sebagai sosok Supriyadi ini berpindah-pindah tempat. Di tempat dia singgah selalu memakai nama samaran.

"Banyak sudah tempat yang saya singgahi, rata-rata saya menetap 8 bulan hingga 2 tahun. Pakai nama beda-beda. Sampai akhirnya saya menetap di Wuluhan, Jember ini," terangnya.

Di Wuluhan, Supriyadi alias Waris Yono ini juga memiliki sebuah padepokan. Padepokan itu dia beri nama Songgo Wijoyo.

"Artinya menjadi penyangga sebuah kejayaan," terangnya menjelaskan arti nama padepokannya.

Waris Yono mengaku sengaja mengungkap jati dirinya sebagai Supriyadi demi meluruskan sejarah. Dia juga menjamin memiliki bukti-bukti konkret mengenai sosoknya sebagai Supriyadi.

"Kalau bukti ya lengkaplah, termasuk tanda pangkat saya selama masih menjadi anggota PETA," tandasnya.

Namun dia tidak memaksa orang mempercayai apa yang dikatakannya itu. Bahkan dia juga tidak menyalahkan anggapan sebagian orang yang percaya bahwa Supriyadi sudah meninggal.

"Ya nggak salah yang menganggap Supriyadi sudah mati, kan kuburannya memang ada. Saya juga nggak masalah apakah orang percaya atau tidak mengenai siapa saya yang sebenarnya. Itu hak masing-masing orang," tegasnya. 

Sumber : Detik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini