Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Lira anjlok, krisis Turki kian parah



PT BESTPROFIT Keruntuhan ekonomi Turki sudah diperkirakan selama bertahun-tahun. Lembaga pemeringkat kredit telah melihat bagaimana Turki menjaga tingkat utang bank.Perekonomian Turki menyusut 10%–20%. Hal ini diikuti dengan melemahnya mata uang lira 15,88% menjadi TRL 6,4323 per dollar AS. 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengikuti formula lama, yaitu menerbitkan kredit domestik dengan pinjaman luar negeri. Turki membeli barang-barang asing, hasilnya defisit akun negara saat ini membengkak menjadi 6,5% dari output nasional. Ini sama dengan apa terjadi di Yunani berdiri pada awal tahun 2012. BEST PROFIT

Perusahaan Turki juga telah meminjam dalam mata uang asing US$ 300 miliar dan sekarang harus membayarnya dalam lira Turki terdevaluasi. Sebagian besar utang perusahaan Turki dikeluarkan saat kurs lira Turki di 2 dollar AS. Sekarang lira telah mencapai 6 dollar. Sehingga biaya utang naik tiga kali lipat. 

Beberapa pinjaman dibiayai bank Turki dengan meminjam dalam bentuk dollar AS atau euro. Sejatinya pada tahun 2001, Turki pernah mengalami kondisi sama. Tapi kala itu, Turki meminta pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF). Kini, Erdogan mengatakan, Turki sedang menjajaki alternatif pinjaman dari China, Rusia dan Iran. BESTPROFIT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini