Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Saat Huawei dilarang masuk negeri Kanguru


PT BESTPROFIT Perusahaan telekomunikasi asal China Huawei Technologies Co Ltd mendapatkan rintangan di Australia. Perusahaan yang berdiri tahun 1988 ini dilarang memasok peralatan jaringan seluler 5G di negeri Kanguru. Pemerintah Australia menganggap ada dugaan peretasan dan gangguan keamanan dalam peralatan milik Huawei. 

Tentu saja langkah Australia ini langsung dikaitkan dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang sudah lebih dulu membatasi pergerakan Huawei dan ZTE Corp di negeri Paman Sam. Alasan penolakan memang serupa. Makanya langkah Australia ini seperti langkah politis dibandingkan persoalan keamanan nasional. 

Mengutip Reuters, Pemerintah Australia mengatakan dalam sebuah pernyataan email pada hari Kamis kemarin menyebutkan berdasarkan peraturan keamanan nasional memang bisa menerapkan beleid pelarangan baik ke operator maupun ke pemasok peralatan seperti Huawei. Email itu memang tidak menyebut spesifik nama Huawei. Namun seorang pejabat pemerintah Australia menyebutkan surat itu memang ditujukan ke Huawei. BEST PROFIT

Di Twitter, perwakilan Huawei di Australia langsung mengungkapkan kekecewaan atas kebijakan tersebut. Menurut Huawei, kebijakan ini menyebabkan konsumen yang berada di negeri Kanguru itu sebenarnya dirugikan juga. "Kami telah diberi tahu oleh pemerintah jika Huawei dan ZTE telah diblokir dalam menyediakan teknologi 5G di Australia. Ini benar-benar keputusan yang mengecewakan bagi pelanggan. 

Kami telah memberikan teknologi jaringan nirkabel secara aman di Australia selama hampir 15 tahun," kicau Huawei. Pemerintah China tidak tinggal diam. Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan China menyatakan keprihatinan serius. Menurut Lu, seharusnya Pemerintah Australia tidak menggunakan alasan yang tidak masuk akal yang menghalangi bisnis telekomunikasi.  BESTPROFIT

Kami mendesak Australia meninggalkan prasangka ideologis dan menyediakan persaingan yang adil untuk operasi perusahaan China di Australia," kata Lu. Salah satu pertimbangan Australia memblokir Huawei itu adalah aturan dari Pemerintah China mengenai kewajiban perusahaan asal negeri Tiongkok itu membantu proses spionase.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025