Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Saat Huawei dilarang masuk negeri Kanguru


PT BESTPROFIT Perusahaan telekomunikasi asal China Huawei Technologies Co Ltd mendapatkan rintangan di Australia. Perusahaan yang berdiri tahun 1988 ini dilarang memasok peralatan jaringan seluler 5G di negeri Kanguru. Pemerintah Australia menganggap ada dugaan peretasan dan gangguan keamanan dalam peralatan milik Huawei. 

Tentu saja langkah Australia ini langsung dikaitkan dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang sudah lebih dulu membatasi pergerakan Huawei dan ZTE Corp di negeri Paman Sam. Alasan penolakan memang serupa. Makanya langkah Australia ini seperti langkah politis dibandingkan persoalan keamanan nasional. 

Mengutip Reuters, Pemerintah Australia mengatakan dalam sebuah pernyataan email pada hari Kamis kemarin menyebutkan berdasarkan peraturan keamanan nasional memang bisa menerapkan beleid pelarangan baik ke operator maupun ke pemasok peralatan seperti Huawei. Email itu memang tidak menyebut spesifik nama Huawei. Namun seorang pejabat pemerintah Australia menyebutkan surat itu memang ditujukan ke Huawei. BEST PROFIT

Di Twitter, perwakilan Huawei di Australia langsung mengungkapkan kekecewaan atas kebijakan tersebut. Menurut Huawei, kebijakan ini menyebabkan konsumen yang berada di negeri Kanguru itu sebenarnya dirugikan juga. "Kami telah diberi tahu oleh pemerintah jika Huawei dan ZTE telah diblokir dalam menyediakan teknologi 5G di Australia. Ini benar-benar keputusan yang mengecewakan bagi pelanggan. 

Kami telah memberikan teknologi jaringan nirkabel secara aman di Australia selama hampir 15 tahun," kicau Huawei. Pemerintah China tidak tinggal diam. Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan China menyatakan keprihatinan serius. Menurut Lu, seharusnya Pemerintah Australia tidak menggunakan alasan yang tidak masuk akal yang menghalangi bisnis telekomunikasi.  BESTPROFIT

Kami mendesak Australia meninggalkan prasangka ideologis dan menyediakan persaingan yang adil untuk operasi perusahaan China di Australia," kata Lu. Salah satu pertimbangan Australia memblokir Huawei itu adalah aturan dari Pemerintah China mengenai kewajiban perusahaan asal negeri Tiongkok itu membantu proses spionase.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini