Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ini penyebab deposito perbankan Arab Saudi menyusut tajam


PT BESTPROFIT Nilai deposito di perbankan Arab Saudi menyusut setelah pemerintah menarik dana darurat yang pernah disuntikkan. Ketika harga minyak merosot, pemerintah menempatkan dana ke perbankan untuk menurunkan biaya dana.Delapan dari 12 bank terkemuka Saudi melaporkan penurunan simpanan dalam pendapatan kuartal kedua mereka, yang dirilis selama beberapa minggu terakhir. 

Deposito di Alawaal Bank anjlok 19% dari tahun lalu menjadi 66,2 miliar riyal (SU$ 18 miliar), kata bank tersebut kemarin. Setoran di Bank Aljazira turun 3% menjadi 47,8 miliar riyal.Sebagian bank yang melawan tren adalah pemberi pinjaman terbesar di negara itu, National Commercial Bank, dengan peningkatan deposito sebesar 1% menjadi 317,7 miliar riyal. Bank utama Islam Alinma juga mengalami peningkatan 4%. BEST PROFIT

Pada tahun 2016, pemerintah menempatkan deposito dalam sistem perbankan untuk mengatasi kekurangan dana karena harga minyak yang rendah mendorong biaya pendanaan naik tajam. Harga minyak sekarang telah pulih sebagian, sehingga bank sentral ingin menghindari arus keluar modal dengan menaikkan suku bunga Saudi sejalan dengan suku bunga AS. 

Akibatnya, otoritas moneter mengatakan awal tahun ini akan mengakhiri deposito darurat, menarik uang keluar dari sistem untuk mencegah pasar uang menjadi terlalu longgar. Setoran oleh entitas pemerintah di semua bank komersial menyusut 11,7% dari tahun sebelumnya menjadi 313,6 miliar riyal pada bulan Juni, data bank sentral yang dirilis pada hari Minggu menunjukkan, dengan deposito waktu dan tabungan menyumbang semua penurunan. BESTPROFIT

Deposito oleh sektor swasta meningkat tajam, bagaimanapun, sehingga total deposito di bank komersial turun hanya 1,2% menjadi 1,61 triliun riyal. Biasanya, menyusutnya simpanan akan menimbulkan risiko kekurangan dana lain di sektor perbankan, tetapi pertumbuhan ekonomi lesu Arab Saudi telah menurunkan permintaan dana. Pinjaman bank ke sektor swasta naik tipis hanya 0,6% dari tahun sebelumnya di bulan Juni.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini