Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Grab bersiap mendapat suntikan modal baru US$ 1 miliar

PT BESTPROFIT Perusahaan pemanggil tumpangan Asia Tenggara, Grab, bersiap-siap mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan investasi baru sebesar US$ 1 miliar yang akan membantu menumbuhkan bisnis pembayaran, kata seorang sumber yang akrab dengan masalah tersebut. 

Pendanaan akan datang dari pihak termasuk investor strategis asal Amerika Serikat (AS), kata sumber Reuters yang menolak diidentifikasi karena ia tidak berwenang berbicara dengan media. Pendanaan datang setelah Toyota Motor Corp setuju pada bulan Juni untuk membeli saham senilai US$ 1 miliar di Grab. BEST PROFIT

Sebagai investor utama dalam putaran pembiayaan yang diluncurkan setelah Grab mengakuisisi operasi Uber Technologies Inc di Asia Tenggara. Grab yang berumur enam tahun, yang didukung oleh perusahaan China Didi Chuxing dan SoftBank Group Corp , dihargai lebih dari US$ 10 miliar setelah investasi Toyota, menurut seseorang yang akrab dengan masalah pada saat itu. BESTPROFIT

Grab, yang memulai usaha sebagai perusahaan pemesanan taksi enam tahun lalu, telah mengubah dirinya menjadi kelompok teknologi konsumen, menawarkan layanan seperti pembayaran digital dan pengiriman makanan. Awal tahun ini, Uber menjual bisnisnya di Asia Tenggara ke Grab sebagai ganti saham di firma yang berbasis di Singapura, dalam sebuah kesepakatan yang telah mendorong pengawasan regulasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)