Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Grab bersiap mendapat suntikan modal baru US$ 1 miliar

PT BESTPROFIT Perusahaan pemanggil tumpangan Asia Tenggara, Grab, bersiap-siap mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan investasi baru sebesar US$ 1 miliar yang akan membantu menumbuhkan bisnis pembayaran, kata seorang sumber yang akrab dengan masalah tersebut. 

Pendanaan akan datang dari pihak termasuk investor strategis asal Amerika Serikat (AS), kata sumber Reuters yang menolak diidentifikasi karena ia tidak berwenang berbicara dengan media. Pendanaan datang setelah Toyota Motor Corp setuju pada bulan Juni untuk membeli saham senilai US$ 1 miliar di Grab. BEST PROFIT

Sebagai investor utama dalam putaran pembiayaan yang diluncurkan setelah Grab mengakuisisi operasi Uber Technologies Inc di Asia Tenggara. Grab yang berumur enam tahun, yang didukung oleh perusahaan China Didi Chuxing dan SoftBank Group Corp , dihargai lebih dari US$ 10 miliar setelah investasi Toyota, menurut seseorang yang akrab dengan masalah pada saat itu. BESTPROFIT

Grab, yang memulai usaha sebagai perusahaan pemesanan taksi enam tahun lalu, telah mengubah dirinya menjadi kelompok teknologi konsumen, menawarkan layanan seperti pembayaran digital dan pengiriman makanan. Awal tahun ini, Uber menjual bisnisnya di Asia Tenggara ke Grab sebagai ganti saham di firma yang berbasis di Singapura, dalam sebuah kesepakatan yang telah mendorong pengawasan regulasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini