Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Laba Bersih New York Times Melonjak 51%

 

PT BESTPROFIT Penerbit surat kabar, New York Times menorehkan kinerja yang menggembirakan di sepanjang kuartal II-2018. Media asal Amerika Serikat ini meraih laba bersih sebesar US$ 23,6 juta, naik 51% secara year on year (yoy) atau 14 sen per saham pada kuartal tersebut. Reuters melaporkan Rabu (8/8), bahwa kenaikan pendapatan bersih itu, salah satunya disumbang dari penambahan pelanggan digital berbayar sebanyak 109.000 pelanggan.

Times kini mempunyai 2,9 juta pelanggan digital dari total 3,8 juta di kuartal ini. Alhasil, pendapatan dari langganan produk digital, mencapai US$ 98,7 juta, naik 19,6% yoy. Times mulai mengenakan biaya berlangganan berita online mulai tahun 2011, hal ini untuk mengimbangi pembaca cetak Times. Berlangganan produk layanan digital, hanya perlu keluarkan biaya US$ 97,76 per tahun, lebih murah dari edisi cetak dan paket lainnya. BEST PROFIT

Pendapatan berlangganan menyumbang hampir dua per tiga dari pendapatan perusahaan, sebuah tren yang kami harap akan berlanjut. Kami percaya bahwa ada landasan yang signifikan untuk memperluas basis ini secara substansial,” kata Chief Executive Officer (CEO) York Times Mark Thompson dalam keterangan resminya. 

Sayangnya, penambahan pelanggan digital tidak diikuti kenaikan pendapatan iklan digital. Di periode yang sama, total pendapatan iklan perusahaan turun 10%, dengan pendapatan iklan digital turun 7,5% menjadi US$ 51 juta. New York Times harus bersaing merebut ceruk iklan dari perusahaan lain, seperti Alphabet Inc, Google dan Facebook Inc. BESTPROFIT

Sementara pendapatan iklan cetak menurun pada kuartal kedua tahun ini sebesar 11,5% menjadi US$ 68 juta. Padahal, iklan digital mengalami peningkatan di kuartal tahun lalu karena pemberitaan terkait Donald Trump. 

Meski demikian, surat kabar berusia 167 tahun ini berharap pendapatan dari produk langganan digital dan iklan, masing-masing bisa tumbuh satu digit. Ini adalah kuartal yang tenang untuk iklan digital, yang sudah kami perkirakan. Tetapi kami tetap yakin bahwa kami akan kembali ke pertumbuhan yang kuat di kuartal ketiga,” kata Thompson.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini