Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Heineken tukar guling aset Rp 45 triliun dengan produsen bir terbesar China


PT BESTPROFIT Heineken NV memutuskan jalan lain untuk menguasai pasar Asia lewat China. Produsen bir asal Belanda ini menjual operasinya di China, lalu mengambil 40% saham China Resources Beer Co Ltd. Total nilai transaksi ini mencapai US$ 3,1 miliar atau sekitar Rp 44,9 triliun. 

CR Beer merupakan produsen bir terbesar di China. Salah satu merek terkenalnya adalah Snow, yang tercatat sebagai salah satu bir dengan penjualan tertinggi dunia, tapi hanya dijual eksklusif di China. Nantinya, Heineken akan menyuntik asetnya, termasuk tiga pabrik di China kepada CR Beer dengan nilai HK$ 2,4 miliar (US$ 2,4 miliar). BEST PROFIT

Sementara itu, induk CR Beer yaitu China Resrouces Enterprise akan mengakuisisi 0,9% saham Heineken dengan nilai € 464 juta (US$ 537 juta).   Dari aksi tukar guling ini, Heineken berinvestasi bersih € 1,9 miliar (US$ 2,2 miliar) atau sekitar Rp 36,95 triliun. 

Aksi ini akan memperkuat Heineken yang kesulitan menerobos pasar China sejak masuk pada tahun 1983 lalu. Saat ini, Heineken masih di tertinggal dibanding rivalnya seperti Budweiser AB Inbev di pasar bir premium. BESTPROFIT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini