Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Tesla buka lowongan kerja di pabrik baru China

PT BESTPROFIT Perusahaan otomotif Tesla Inc tengah membuka lowongan pekerja untuk pabrik barunya yang berada di Shanghai China.Menurut Reuters, Selasa, lowongan dibuka hanya selang sebulan setelah produsen kendaraan listrik itu menandatangi perjanjian dengan pemerintah setempat untuk proyek pengerjaan pabrik senilai US$ 2 miliar. 

Situs Tesla menyebutkan, perusahaan tengah mencari pekerja untuk mengisi 14 posisi, termasuk perancang arsitektur, manajer keuangan senior. Sebagian besar posisi yang dibuka untuk pekerja senior dan mempunyai pengalaman setidaknya enam tahun.Harian bisnis China, The 21st Century Herald, melaporkan pada Selasa, bahwa Tesla telah membuka lowongan pekerjaan ini sejak hari Minggu. BEST PROFIT

Bulan lalu Tesla menandatangani perjanjian dengan pemerintah Shanghai untuk membangun pabrik pertama di luar Amerika Serikat, yang tujuannya untuk memperbesar jumlah manfaktur di pasar global. Pabrik ini diharapkan bisa rampung dua tahun mendatang, dan bisa langsung memproduksi hingga 500.000 kendaraan per tahun setelah pabrik beroperasi. 

Perjajian tersebut terjadi setelah Mei lalu, Tesla memperkerjakan James Zhou sebagai Chief Financial Officer di China. Sementara itu, CEO Tesla Elon Musk mengatakan, pendirian pabrik tersebut menelan biaya sebesar US$ 2 miliar dan berencana mendanai proyek tersebut dari bank setempat. BESTPROFIT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini