Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Melawan, Turki boikot produk elektronik buatan Amerika Serikat


PT BESTPROFIT Meski tengah dirundung krisis mata uang, Turki tak mau menyerah dengan tekanan dari Amerika Serikat (AS). Turki kini malah kian terang-terangan melawan AS. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki akan memboikot produk-produk elektronik buatan AS, seperti iPhone produksi Apple Inc. Boikot ini sebagai tanggapan atas sanksi dari AS. 

Sebelumnya, Negeri Paman Sam menggandakan tarif impor atas produk baja dan aluminium dari Turki. Perlawanan Turki ini makin memanaskan hubungan diplomatik dengan AS.Jika mereka punya iPhone, ada Samsung di sisi lain. Di Turki juga ada Venus Vestel,” tandas Erdogan mengacu pada ponsel pintar buatan Turki. 

Erdogan mengatakan, Turki telah menjadi target perang ekonomi yang dikobarkan AS, sama seperti negara-negara lain, termasuk Kanada. “Ada biaya yang akan kami bayarkan untuk periode saat ini. Tapi tanpa ragu, ada biaya untuk merencanakan operasi "melawan Turki," kata Erdogan seperti dikutip Bloomberg. BEST PROFIT

Tapi pemilik toko Umit Yilmaz mencemooh seruan boikot barang alektronik asal AS tersebut. “Saya memiliki seorang putri berusia 16 tahun. Lihat apakah Anda dapat mengambil iPhone-nya. Semua orang ini seharusnya tidak membeli iPhone sekarang? Ini tidak mungkin," ujarnya seperti dilansir Reuters

Selasa hingga pukul 12.59 waktu Istanbul, kurs lira rebound dan diperdagangkan pada level 6,5457 terhadap dollar AS atau naik sekitar 5,2%. Bukan hanya produk elektronik, Reuters melaporkan, Turki juga tidak akan menggunakan produk AS dalam konstruksi. 

Menteri Kementerian Lingkungan dan Urbanisasi Turki Murat Kurum mengatakan, langkah ini sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai upaya spekulatif terhadap mata uang Turki. Lira telah merosot lebih dari 40% terhadap dollar AS di tahun ini, dan telah diperdagangkan pada rekor terendah pada Senin lalu. BESTPROFIT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025