Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Mayoritas indeks acuan AS melempem, ini sebabnya



PT Bestprofit Futures Pekanbaru - NEW YORK. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa AS tertekan pada akhir transaksi Rabu. Mengutip data CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 turun 3,73 poin atau 0,17% menjadi 2.139,43. Sektor real estate mencatatkan penurunan terdalam di antara tujuh sektor lainnya. Sedangkan sektor finansial menjadi sektor dengan kenaikan terbesar. 

Indeks Nasdaq juga turun 33,13 poin atau 0,63% menjadi 5.250,27. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,06 poin atau 0,17% menjadi 18.199,33. Saham Boeing menghuni posisi top gainers. Sedangkan saham Apple bertengger di jajaran top losers

Dalam setiap sembilan saham yang tertekan, ada lima saham yang naik di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan malam tadi melibatkan 866,15 juta saham dan volume transaksi gabungan mencapai 3,681 miliar pada penutupan transaksi. 

Tekanan pada bursa AS masih berlanjut seiring dengan masih berlangsungnya rilis kinerja emiten. Di sisi lain, data ekonomi AS yang solid membantu mendorong sektor finansial. Di sisi lain, penurunan harga minyak juga tetap memberikan sentimen negatif atas market. 

Sekadar informasi, harga kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 1,56% menjadi US$ 49,18 per barel. Di luar semua retorika yang datang dari OPEC, faktanya adalah pasar minyak menyeimbangkan kondisinya sendiri," jelas Peter Cardillo, chief market economist First Standard Financial. 

Data ekonomi juga menjadi fokus pelaku pasar menjelang pertemuan The Federal Reserve pada pekan depan. Market meramal, The Fed belum akan mengerek suku bunga acuannya pekan depan, melainkan pada pertemuan Desember. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini