Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Dua faktor ini yang bikin Wall Street sumringah





PT Bestprofit Futures Pekanbaru - NEW YORK. Pasar saham Amerika Serikat berakhir sumringah pada transaksi perdagangan tadi malam. Mengutip data CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 40,68 poin atau 0,22% menjadi 18.202,62. Saham American Express mencatatkan kenaikan tertinggi, sedangkan saham Intel menghuni posisi top losers.
 
Adapun indeks S&P 500 naik 4,69 poin atau 0,22% menjadi 2.144,29. Sektor energi memimpin kenaikan di antara delapan sektor lainnya. Sedangkan sektor konsumen mencatatkan penurunan terdalam.Indeks Nasdaq naik 2,58 poin atau 0,05% menjadi 5.246,41. Dalam setiap tiga saham yang naik, terdapat satu saham yang tertekan di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan hari ini melibatkan 782,14 juta saham dan volume gabungan mencapai 3,298 miliar saham. 

Kenaikan bursa AS terbantu oleh kinerja emiten yang lebih baik dari prediksi serta kenaikan harga minyak, menyusul dirilisnya data ekonomi penting dari The Federal Reserve. Kenaikan disokong oleh kombinasi kenaikan harga energi dan kinerja emiten yang lebih baik dari estimasi," jelas Christian Magoon, CEO Amplify Investments. 

Sekadar informasi, kinerja sejumlah emiten yang dirilis pada Rabu kemarin cukup menggembirakan. Menurut Nick Raich, CEO The Earnings Scout, delapan dari 13 emiten S&P yang merilis kinerjanya kemarin, melampaui estimasi Wall Street. Dari berita ekonomi, The Fed merilis Beige Book yang berisi tentang rangkuman kondisi ekonomi di AS. Dalam buku tersebut, The Fed mengatakan aktivitas ekonomi mengalami peningkatan yang moderat.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)