Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Fitur Fast Charging Dianggap Penyebab Utama Meledaknya Samsung Galaxy Note 7





PT Bestprofit Futures Pekanbaru - Kasus meledaknya smartphone Galaxy Note 7 memang menjadi preseden buruk bagi Samsung. Mereka memang sudah berusaha menyelesaikan permasalahan ini dengan melakukan penggantian baterai. Namun, siapa sangka kalau hal itu bukanlah solusi. Kasus meledaknya Galaxy Note 7 masih terjadi. Berbagai teori terkait penyebab utama kasus ini bermunculan.

Teori pertama datang dari Financial Times. Mereka mengungkapkan, kalau terjadinya kasus ledakan Galaxy Note 7 ini muncul karena adanya fitur fast charging pada ponsel tersebut. Penyematan fitur fast charging pada ponsel, menyebabkan prosesor bekerja terlalu keras. Hal ini berimbas pada ponsel yang cepat panas. Dan, boom! Ponsel gampang meledak.

Sebuah laporan dari New York Times mengungkapkan, bahwa Samsung sebenarnya tidak tahu menahu tentang penyebab utama smartphone Galaxy Note 7 meledak. Pada saat proses penarikan kembali pertama, karyawan Samsung terhalang oleh tenggat deadline yang ketat. Akhirnya, mereka pun menyimpulkan kalau permasalahannya terletak pada baterai. 

Teori lain mengungkapkan kalau desain simetris pada Galaxy Note 7 menjadi penyebab terjadinya ledakan. Desain tersebut menjadikan ponsel Galaxy Note 7 gampang panas. Di sisi lain, baterai yang dibuat oleh Samsung SDI punya ukuran terlalu besar. Walhasil, terjadi tekanan yang tidak normal pada ponsel.

Kasus meledaknya smartphone Galaxy Note 7 memang benar-benar mencoreng merek ponsel Samsung. Terlebih mereka mengalami kerugian finansial yang tidak sedikit terkait kemunculan kasus ini. Di sisi lain, kasus meledaknya Galaxy Note 7 ini juga menjadi berkah tersendiri untuk para pesaing Samsung. Terutama Apple dengan produk iPhone 7 dan 7 Plus terbarunya.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025