Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Laju aussie kian lemah depan dollar AS





PT Bestprofit Futures Pekanbaru - JAKARTA. Dollar Australia melemah di hadapan dollar Amerika Serikat. Mengutip Bloomberg pada Kamis pukul 20.49 WIB, AUD/USD melemah 0,59% ke level 0,7577 dibanding hari sebelumnya, 0,7622.  Wahyu Tri Wibowo, analis Central Capital Futures menilai pelemahan aussie masih disetir rencana kenaikan bunga oleh bank sentral AS Federal Reserve. Meskipun, Wahyu memperkirakan, The Fed baru akan menaikkan bunga paling cepat Desember 2016, setelah pemilihan umum November mendatang. 

Dia juga merasa bahwa pergerakan AUD/USD yang tertahan adalah hal yang wajar, mengingat Bank Sentral Australia (RBA) masih belum memberikan sinyal pemotongan suku bunga lanjutan. Data terakhir dari RBA yang keluar pada Selasa, memang mengatakan bahwa suku bunga di Australia tetap di level 1,5%.  Di lain pihak, data AS juga baik untuk menguatkan The Greenback. "Misalnya, data sektor industri di AS membaik, juga menjadi peningkatan terbesar sepanjang sebelas bulan ini," ujar Wahyu. 

Dia merasa, sentimen yang dapat menggoyang dollar Australia sudah habis pasca pertemuan RBA Selasa lalu. Sedangkan di AS, banyak rilis data ekonomi justru baik dalam membantu penguatan mata uangnya. Apalagi, neraca perdagangan Australia yang dikeluarkan Kamis kemarin memperlihatkan keuangan Australia yang defisit sebesar A$ 2,01 miliar. Hal ini menurut Wahyu akan semakin mempersempit laju AUD di hadapan USD.  




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025