Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Yuan di pasar offshore menuju rekor terendah





PT Bestprofit Futures Pekanbaru - BEIJING. Nilai tukar yuan di pasar offshore menuju posisi rekor terendah pada awal pekan ini. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.01 waktu Hong Kong, nilai tukar yuan melemah 0,08% menjadi 6,7758 per dollar AS, mendekati rekor terendahnya 6,7850 yang tercipta pada 1 September 2010. 

Di Shanghai, mata uang Negeri Panda ini ditutup di posisi 6,7655 pada Jumat lalu. Ini merupakan level terlemah dalam enam tahun terakhir. Yuan terus mengalami tekanan beberapa hari belakangan. Sejumlah analis berspekulasi, bank sentral China sudah mengurangi dukungannya setelah yuan menjadi mata uang cadangan Badan Moneter Internasional (IMF) mulai 1 Oktober lalu. 

Di sisi lain, yuan di pasar onshore mengalami pelemahan di seluruh sesi, kecuali satu sesi, di sepanjang bulan ini. Kondisi ini terjadi setelah People's Bank of China memperbolehkan pelemahan melampaui level 6,7 yang sebelumnya dilihat sebagai level yang dapat ditoleransi. Sedangkan indeks dollar menguat ke posisi tertingginya dalam tujuh bulan terakhir pada Jumat lalu seiring semakin kencangnya spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya pada Desember mendatang. 

Sentimen market akan relatif negatif pada jangka pendek seiring posisi yuan offshore menguji rekor terendah. Dalam jangka panjang, China masih akan mengalami penjualan bersih oleh asing atas aset-aset mereka," jelas Zhou Hao, ekonom Commerzbank AG di Singapura kepada Bloomberg. Catatan saja, nilai tukar yuan onshore sudah melemah 4% pada tahun ini. Pelemahan ini merupakan yang terbesar di Asia. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)