Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Yuan di pasar offshore menuju rekor terendah





PT Bestprofit Futures Pekanbaru - BEIJING. Nilai tukar yuan di pasar offshore menuju posisi rekor terendah pada awal pekan ini. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.01 waktu Hong Kong, nilai tukar yuan melemah 0,08% menjadi 6,7758 per dollar AS, mendekati rekor terendahnya 6,7850 yang tercipta pada 1 September 2010. 

Di Shanghai, mata uang Negeri Panda ini ditutup di posisi 6,7655 pada Jumat lalu. Ini merupakan level terlemah dalam enam tahun terakhir. Yuan terus mengalami tekanan beberapa hari belakangan. Sejumlah analis berspekulasi, bank sentral China sudah mengurangi dukungannya setelah yuan menjadi mata uang cadangan Badan Moneter Internasional (IMF) mulai 1 Oktober lalu. 

Di sisi lain, yuan di pasar onshore mengalami pelemahan di seluruh sesi, kecuali satu sesi, di sepanjang bulan ini. Kondisi ini terjadi setelah People's Bank of China memperbolehkan pelemahan melampaui level 6,7 yang sebelumnya dilihat sebagai level yang dapat ditoleransi. Sedangkan indeks dollar menguat ke posisi tertingginya dalam tujuh bulan terakhir pada Jumat lalu seiring semakin kencangnya spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya pada Desember mendatang. 

Sentimen market akan relatif negatif pada jangka pendek seiring posisi yuan offshore menguji rekor terendah. Dalam jangka panjang, China masih akan mengalami penjualan bersih oleh asing atas aset-aset mereka," jelas Zhou Hao, ekonom Commerzbank AG di Singapura kepada Bloomberg. Catatan saja, nilai tukar yuan onshore sudah melemah 4% pada tahun ini. Pelemahan ini merupakan yang terbesar di Asia. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025