Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Timothy Ronald Borong 11 Juta Saham BBCA, Investor Ritel Perlu Beli / Jual?

 

Investor muda Timothy Ronald mencuri perhatian publik setelah diketahui membeli 11 juta saham Bank Central Asia (BBCA). Apakah saham BBCA menarik dikoleksi?

Diberitakan Kompas.com, Timothy Ronald menjadi perbincangan netizen usai borong saham BBCA. Langkah berani ini membuatnya mulai dijuluki sebagai “The Next Warren Buffett Indonesia” karena gaya investasinya yang konsisten menekankan pada fundamental dan jangka panjang.

Timothy bukan nama asing di dunia keuangan Indonesia. Minatnya pada pasar modal sudah dimulai sejak usia 14 tahun, ketika ia mendalami buku-buku klasik investasi, termasuk karya Benjamin Graham The Intelligent Investor. Buku ini juga menjadi pegangan Warren Buffett.

Prinsip yang dia pegang sejak awal sederhana, yaitu melihat saham sebagai perusahaan, bukan sekadar angka di layar. Pendekatan jangka panjang ini terus dia terapkan selama lebih dari satu dekade menekuni pasar modal.

Keyakinan pada stabilitas BBCA

Kepemilikan besar Timothy di BBCA bukanlah keputusan spekulatif. Menurutnya, BBCA adalah simbol stabilitas, kepercayaan publik, dan pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia. “Investasi bukan hanya soal mengejar keuntungan cepat. Bagi saya, investasi adalah tentang kesabaran dan disiplin jangka panjang. Jika hasilnya keuntungan, maka itu buah dari prinsip yang dijalankan konsisten,” kata Timothy, dikutip dari Antara, Rabu (27/8/2025).

Dengan langkah ini, dia sekaligus menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia yang terus tumbuh dan semakin dilirik dunia internasional.

Rekomendasi BBCA

Harga saham BBCA dalam tekanan menjelang akhir Agustus 2025 ini. Pada perdagangan Kamis 28 Agustus 2025, harga saham BBCA ditutup di level 8.325, naik tipis dibandingkan penutupan sehari sebelumnya, 8.300.

Namun kenaikan tersebut belum mampu menghentikan tren penurunan harga saham BBCA. Sepanjang perdagangan lima hari terakhir, harga saham BBCA terakumulasi melemah 250 poin atau 2,92%.

Sejak awal tahun 2025 atau secara year to date, harga saham BBCA terakumulasi turun 1.575 poin atau 15,91%.

Di tengah penurunan tersebut, harga saham BBCA mulai menarik investor asing. Pada perdagangan Kamis (28/8), investor asing mencatatkan net buy saham BBCA sebesar Rp 145,53 miliar.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova rekomendasi hold saham BBCA dengan target harga terdekat di Rp 8.775. "Support di level Rp 8.575, resistance Rp 8.775, Rp 9.125, Rp 9.400, Rp 9.650, Rp 9.800," terang Ivan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025