Rekomendasi Saham 6 Juli 2026: BMRI, TINS, BRMS, BFIN, BRIS hingga MDKA

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Senin, (6/7/2026) meski ruang kenaikannya diperkirakan lebih terbatas setelah melonjak 2,28% ke level 5.875 pada penutupan Jumat, 3 Juli 2026. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya? Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana, menuturkan penguatan tersebut didorong kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik. "Untuk perdagangan Senin, 6 Juli 2026, IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 5.840-5.950 dengan level 5.900 menjadi area psikologis yang akan diuji," kata Hendra dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 5.830-5.850, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka, didukung ekspektasi suku bunga global yang lebih akomodatif, stabilnya harga minyak dunia, penguatan mata uang regional, serta optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Asia. "Namun setelah reli tajam pada Jumat, tidak tertutup kemungkinan terja...

Sentimen Pemangkasan Suku Bunga The Fed Mengerek Bitcoin Menembus Rekor Tertinggi

 

Bitcoin mencetak rekor tertinggi baru pada Kamis (14/8/2025) seiring meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed serta sentimen positif dari reformasi keuangan yang baru diumumkan.

Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini naik hingga 0,9% ke level US$124.002,49 pada perdagangan pagi di Asia, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Juli lalu.

Pada hari yang sama, ether aset kripto terbesar kedua juga menguat ke US$4.780,04, tertinggi sejak akhir 2021.

Analis pasar IG, Tony Sycamore menyebut, reli Bitcoin ditopang oleh kepastian yang meningkat terkait pemangkasan suku bunga The Fed, pembelian oleh institusi yang terus berlanjut, serta langkah pemerintahan Trump untuk mempermudah investasi di aset kripto.

“Secara teknikal, penembusan berkelanjutan di atas US$125.000 berpotensi mendorong BTC menuju US$150.000,” tulis Sycamore dalam sebuah catatan.

Sepanjang 2025, harga Bitcoin telah naik hampir 32% didorong keberhasilan regulasi yang telah lama dinanti sektor kripto, menyusul kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih.

Trump bahkan menyebut dirinya sebagai “presiden kripto” dan keluarganya telah beberapa kali terjun ke sektor ini dalam setahun terakhir.

Pekan lalu, sebuah perintah eksekutif dikeluarkan untuk membuka jalan bagi aset kripto agar dapat dimasukkan dalam akun pensiun 401(k), menandai iklim regulasi yang semakin ramah bagi kripto di Amerika Serikat.

Sepanjang 2025, industri kripto di AS mencetak sejumlah kemenangan regulasi, termasuk pengesahan aturan stablecoin dan langkah regulator sekuritas AS yang mereformasi aturan demi mengakomodasi aset digital.

Reli Bitcoin juga memicu lonjakan harga aset kripto lainnya dalam beberapa bulan terakhir, meski kebijakan tarif luas pemerintahan Trump sempat memicu gejolak pasar.

Berdasarkan data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar kripto global kini tembus US$4,18 triliun, naik dari sekitar US$2,5 triliun pada November 2024, ketika Trump memenangkan pemilihan presiden AS.

Perintah eksekutif terbaru tersebut berpotensi menguntungkan manajer aset seperti BlackRock dan Fidelity yang mengelola exchange-traded fund (ETF) kripto.

Namun, penetrasi kripto ke dalam tabungan pensiun juga membawa risiko, mengingat volatilitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan saham dan obligasi yang selama ini menjadi andalan portofolio pensiun.

Komentar