Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Sentimen Pemangkasan Suku Bunga The Fed Mengerek Bitcoin Menembus Rekor Tertinggi

 

Bitcoin mencetak rekor tertinggi baru pada Kamis (14/8/2025) seiring meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed serta sentimen positif dari reformasi keuangan yang baru diumumkan.

Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini naik hingga 0,9% ke level US$124.002,49 pada perdagangan pagi di Asia, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Juli lalu.

Pada hari yang sama, ether aset kripto terbesar kedua juga menguat ke US$4.780,04, tertinggi sejak akhir 2021.

Analis pasar IG, Tony Sycamore menyebut, reli Bitcoin ditopang oleh kepastian yang meningkat terkait pemangkasan suku bunga The Fed, pembelian oleh institusi yang terus berlanjut, serta langkah pemerintahan Trump untuk mempermudah investasi di aset kripto.

“Secara teknikal, penembusan berkelanjutan di atas US$125.000 berpotensi mendorong BTC menuju US$150.000,” tulis Sycamore dalam sebuah catatan.

Sepanjang 2025, harga Bitcoin telah naik hampir 32% didorong keberhasilan regulasi yang telah lama dinanti sektor kripto, menyusul kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih.

Trump bahkan menyebut dirinya sebagai “presiden kripto” dan keluarganya telah beberapa kali terjun ke sektor ini dalam setahun terakhir.

Pekan lalu, sebuah perintah eksekutif dikeluarkan untuk membuka jalan bagi aset kripto agar dapat dimasukkan dalam akun pensiun 401(k), menandai iklim regulasi yang semakin ramah bagi kripto di Amerika Serikat.

Sepanjang 2025, industri kripto di AS mencetak sejumlah kemenangan regulasi, termasuk pengesahan aturan stablecoin dan langkah regulator sekuritas AS yang mereformasi aturan demi mengakomodasi aset digital.

Reli Bitcoin juga memicu lonjakan harga aset kripto lainnya dalam beberapa bulan terakhir, meski kebijakan tarif luas pemerintahan Trump sempat memicu gejolak pasar.

Berdasarkan data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar kripto global kini tembus US$4,18 triliun, naik dari sekitar US$2,5 triliun pada November 2024, ketika Trump memenangkan pemilihan presiden AS.

Perintah eksekutif terbaru tersebut berpotensi menguntungkan manajer aset seperti BlackRock dan Fidelity yang mengelola exchange-traded fund (ETF) kripto.

Namun, penetrasi kripto ke dalam tabungan pensiun juga membawa risiko, mengingat volatilitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan saham dan obligasi yang selama ini menjadi andalan portofolio pensiun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025