Dulu 9 Kini 27 Klasifikasi Investor Saham Di BEI, Pengawasan Pasar Modal Diperketat

  Setelah pertemuan perdana dengan penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) bertindak cepat membenahi pasar modal Indonesia . Salah satunya dengan memperluas klasifikasi investor dari 9 menjadi 27 sub-tipe demi memenuhi standar transparansi MSCI. Dilansir dari Kompas.com, Otoritas pasar modal Indonesia menyepakati perombakan standar keterbukaan data pemegang saham emiten dengan merinci klasifikasi investor secara jauh lebih detail. Jika sebelumnya kepemilikan saham hanya dikelompokkan ke dalam sembilan tipe investor utama, kini OJK bersama SRO memetakan pemegang saham ke dalam 27 kelompok atau sub-tipe investor. Kebijakan baru tersebut disepakati dalam pertemuan antara otoritas pasar modal Tanah Air dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) selaku pengelola indeks global, yang digelar pada Senin (2/2/2026). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Der...

Sentimen Pemangkasan Suku Bunga The Fed Mengerek Bitcoin Menembus Rekor Tertinggi

 

Bitcoin mencetak rekor tertinggi baru pada Kamis (14/8/2025) seiring meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed serta sentimen positif dari reformasi keuangan yang baru diumumkan.

Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini naik hingga 0,9% ke level US$124.002,49 pada perdagangan pagi di Asia, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Juli lalu.

Pada hari yang sama, ether aset kripto terbesar kedua juga menguat ke US$4.780,04, tertinggi sejak akhir 2021.

Analis pasar IG, Tony Sycamore menyebut, reli Bitcoin ditopang oleh kepastian yang meningkat terkait pemangkasan suku bunga The Fed, pembelian oleh institusi yang terus berlanjut, serta langkah pemerintahan Trump untuk mempermudah investasi di aset kripto.

“Secara teknikal, penembusan berkelanjutan di atas US$125.000 berpotensi mendorong BTC menuju US$150.000,” tulis Sycamore dalam sebuah catatan.

Sepanjang 2025, harga Bitcoin telah naik hampir 32% didorong keberhasilan regulasi yang telah lama dinanti sektor kripto, menyusul kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih.

Trump bahkan menyebut dirinya sebagai “presiden kripto” dan keluarganya telah beberapa kali terjun ke sektor ini dalam setahun terakhir.

Pekan lalu, sebuah perintah eksekutif dikeluarkan untuk membuka jalan bagi aset kripto agar dapat dimasukkan dalam akun pensiun 401(k), menandai iklim regulasi yang semakin ramah bagi kripto di Amerika Serikat.

Sepanjang 2025, industri kripto di AS mencetak sejumlah kemenangan regulasi, termasuk pengesahan aturan stablecoin dan langkah regulator sekuritas AS yang mereformasi aturan demi mengakomodasi aset digital.

Reli Bitcoin juga memicu lonjakan harga aset kripto lainnya dalam beberapa bulan terakhir, meski kebijakan tarif luas pemerintahan Trump sempat memicu gejolak pasar.

Berdasarkan data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar kripto global kini tembus US$4,18 triliun, naik dari sekitar US$2,5 triliun pada November 2024, ketika Trump memenangkan pemilihan presiden AS.

Perintah eksekutif terbaru tersebut berpotensi menguntungkan manajer aset seperti BlackRock dan Fidelity yang mengelola exchange-traded fund (ETF) kripto.

Namun, penetrasi kripto ke dalam tabungan pensiun juga membawa risiko, mengingat volatilitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan saham dan obligasi yang selama ini menjadi andalan portofolio pensiun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025