Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Bursa Asia Dibuka Variatif Kamis (7/8) Pagi, Trump Ancam Kenakan Tarif Chip 100%

 

Bursa saham Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis (7/8/2025), seiring investor mencermati pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berencana mengenakan tarif 100% terhadap impor semikonduktor dan chip.

Namun, perusahaan yang “membangun di AS” akan dikecualikan dari kebijakan tersebut.

Melansir CNCB, hingga pukul 08.06 waktu Singapura (atau 20.08 ET Rabu malam), indeks acuan Nikkei 225 di Jepang bergerak mendatar dan indeks Topix naik tipis 0,19%.

Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,12%, sedangkan indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq nyaris tidak bergerak.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 di Australia juga bergerak datar.

Investor kini fokus pada saham-saham chip setelah Trump menyatakan akan mengenakan bea masuk sebesar 100% untuk chip dan semikonduktor impor, kecuali bagi perusahaan yang membangun fasilitas produksi di wilayah Amerika Serikat.

"Kami akan menerapkan tarif yang sangat besar pada chip dan semikonduktor," kata Trump saat berbicara dari Kantor Oval, Rabu sore waktu setempat.

Namun, Trump menegaskan bahwa perusahaan seperti Apple tidak akan terkena tarif apabila mereka membangun atau telah berkomitmen membangun pabrik di AS.

"Jika Anda membangun di AS atau sudah berkomitmen untuk membangun, maka tidak akan ada biaya tambahan," ujarnya.

Pernyataan Trump tersebut mendorong saham Apple naik 3% dalam perdagangan after-hours, setelah sebelumnya melonjak 5% dalam sesi reguler.

Di Wall Street, ketiga indeks utama AS kompak ditutup menguat pada Rabu.

Indeks S&P 500 naik 0,73% menjadi 6.345,06.

Indeks Nasdaq Composite melonjak 1,21% ke level 21.169,42.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 81,38 poin atau 0,18% ke posisi 44.193,12.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025