Dulu 9 Kini 27 Klasifikasi Investor Saham Di BEI, Pengawasan Pasar Modal Diperketat

  Setelah pertemuan perdana dengan penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) bertindak cepat membenahi pasar modal Indonesia . Salah satunya dengan memperluas klasifikasi investor dari 9 menjadi 27 sub-tipe demi memenuhi standar transparansi MSCI. Dilansir dari Kompas.com, Otoritas pasar modal Indonesia menyepakati perombakan standar keterbukaan data pemegang saham emiten dengan merinci klasifikasi investor secara jauh lebih detail. Jika sebelumnya kepemilikan saham hanya dikelompokkan ke dalam sembilan tipe investor utama, kini OJK bersama SRO memetakan pemegang saham ke dalam 27 kelompok atau sub-tipe investor. Kebijakan baru tersebut disepakati dalam pertemuan antara otoritas pasar modal Tanah Air dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) selaku pengelola indeks global, yang digelar pada Senin (2/2/2026). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Der...

Rupiah di Pasar Spot Pagi Ini Menguat ke Level Rp 16.261 per Dolar AS, Rabu (13/8)

 

Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini setelah kemarin ditutup melemah.

Mengutip data Bloomberg, di pasar spot Rupiah menguat ke level Rp 16.261 per dolar AS, Rabu (13/8/2025). 

Rupiah menguat 0,18% dibandingkan harga penutupan di level Rp 16.290 per dolar AS pada perdagangan kemarin, Selasa (12/8).

Sebelumnya seperti ditulis KONTAN, Pengamat Mata Uang & Komoditas PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar AS terjadi setelah AS dan China  memperpanjang gencatan senjata tarif selama 90 hari. 

"Kesepakatan ini mempertahankan tarif yang berlaku dan memberi waktu negosiasi lebih lanjut," ungkap Ibrahim, Selasa (12/8).

Selain itu, pasar mencermati rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat mendatang.

Adapun pada Rabu (13/8), perhatian pasar tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada Selasa malam.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai, penjualan ritel Indonesia yang lebih rendah dari perkiraan menahan rupiah. Lukman dan Ibrahim kompak memperkirakan rupiah di Rp 16.200–Rp 16.350.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025