Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Kala Buser dan Damkar Terjun ke Gorong-gorong Buru Maling di Cijantung

 

Aparat kepolisian memburu maling ponsel yang melarikan diri ke got atau gorong-gorong di daerah Cijantung, Jakarta Timur.

Dari informasi yang dihimpun, aksi pencurian itu dilakukan pelaku pada Minggu (22/5). Saat itu, aksinya dipergoki korban sehingga pelaku langsung melarikan diri dan masuk ke dalam got.

Kapolsek Pasar Rebo Kompol Agung Ardiansyah mengatakan pihaknya bersama petugas pemadam kebakaran (damkar) telah menyisir got tersebut dan hasilnya nihil.

"Kita cari sama buser sama damkar kan karena gorong-gorong itu kering, kemungkinan dia naik ke atas. Sudah disusuri sama damkar semuanya ke situ," kata Agung saat dihubungi, Rabu (25/5).

Agung menerangkan saat kejadian korban mengejar pelaku dan melihatnya masuk ke dalam gorong-gorong. Setelahnya, korban berbalik arah dan meminta pertolongan warga.

 

Diduga, saat itulah pelaku kemudian gorong-gorong dan langsung melarikan diri ke tempat lainnya. Karenanya, saat dilakukan pencarian di gorong-gorong pelaku tak ditemukan.

"Karena dia (korban) sendirian dia minta bantuan. Jadi ada jedanya 10 menit itu loh. Rame-rame baru ditelepon dicari sama damkar ke dalam sampai mentok itu tidak ada. Tidak ditemukan orang di situ. Itu kan ada jeda 10 menit," tutur Agung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini