Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Sudah 6 Anak Meninggal Dunia Diduga Terinfeksi Hepatitis Misterius

 

Dari enam kasus kematian, satu di antaranya merupakan bayi berusia dua bulan yang meninggal dunia diduga akibat infeksi hepatitis misterius. Ilustrasi. Sejauh ini telah ada 6 anak yang meninggal dunia diduga terinfeksi hepatitis misterius

Enam anak meninggal dunia diduga akibat terinfeksi hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Kasus kematian itu terjadi di DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat serta Sumatera Utara.

Kasus kematian terbaru adalah seorang anak berusia 2 tahun di Medan, Sumatera Utara dan bayi

berusia dua bulan di Solok, Sumatera Barat.


Jika dirinci, kasus kematian dilaporkan terjadi 3 di Jakarta, 1 di Tulungagung Jawa Timur, 1 di Sumut dan 1 di Sumbar.

Daerah-daerah Perketat Pintu Masuk dan Bentuk Tim Cegah Hepatitis Akut


Sejak pertama kali terdeteksi pada 27 April 2022, sebanyak 15 kasus dilaporkan terjadi di beberapa provinsi. Mulai dari DKI Jakarta hingga Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Gejala yang dialami belasan anak terduga kasus hepatitis disebut cenderung mirip. Berupa gejala penyakit kuning, demam, diare, urine berwarna lebih pekat, dan feses berwarna pucat.

Rentang usianya 1-17 tahun ya, dari beberapa provinsi. DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Kepulauan Babel, dan Jawa Timur," kata Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi

Dari 15 kasus tersebut, empat diantaranya dikategorikan sebagai pending classification lantaran sudah melalui sejumlah pemeriksaan seperti non hepatitis A,B,C,D,E maupun Adenovirus. Hasil pemeriksaan hepatitis E dan Adenovirus baru dapat diketahui hingga dua pekan usai pemeriksaan.

"Semuanya dirawat di rumah sakit. Ada yang dirawat di rawat inap biasa, ada yang dirawat di ICU," ujar Nadia.

Ramai-ramai Kepala Daerah Bentuk Tim Khusus Usut Hepatitis Misterius

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan virus hepatitis akut ini menular melalui asupan makanan yang masuk lewat mulut.


Ia pun menyarankan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan seperti rajin mencuci tangan dan menjalani perilaku hidup bersih dan sehat.

"Jadi, kalau bisa rajin cuci tangan, kita pastikan yang masuk ke anak-anak kita," ujar Budi dalam keterangan tertulis.

Hingga kini, Kementerian Kesehatan masih melakukan koordinasi dan diskusi dengan WHO serta beberapa negara di Eropa untuk mencari tahu penyebab penyakit misterius tersebut.


"Kesimpulannya belum bisa dipastikan virus apa yang 100 persen menyebabkan adanya hepatitis akut ini. Penelitian dilakukan bersama-sama agar bisa dideteksi cepat penyakit ini," jelas Budi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini