Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Jokowi Pamer Pengendalian Pandemi dan Bencana Indonesia di Forum Dunia

 

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memamerkan sejumlah pencapaian Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19 dan bencana alam di forum The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR).

Jokowi menyatakan strategi yang diterapkan pemerintah Indonesia terbukti berdampak baik bagi penanganan pandemi Covid-19. Ia menuturkan Indonesia menerapkan strategi dinamis dalam merespons pandemi.

"Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan dinamis sesuai situasi terkini, menjalankan kebijakan gas dan rem untuk menjaga keseimbangan sisi kesehatan dan ekonomi, dan terbukti telah memberikan dampak yang baik," kata Jokowi pada upacara pembukaan GPDRR di Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5).

 

Jokowi menyampaikan Indonesia mampu menekan angka penularan kasus Covid-19 dan telah menyuntikkan 411 juta dosis vaksin Covid-19. Pada saat yang sama, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,01 persen dan inflasi 3,5 persen.

 

 Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memamerkan pencapaian Indonesia dalam penanganan bencana alam. Ia menyebutkan Indonesia telah merestorasi 3,4 juta hektare lahan gambut yabg telah terbakar.

"Indonesia juga berhasil menurunkan kebakaran hutan dari 2,6 juta hektare hanya menjadi 358 ribu hektare di tahun 2021," ucapnya.

Sebelum menutup pidato, Jokowi mengatakan Indonesia sebagai negara rawan bencana. Menurutnya, hal itu membuat Indonesia menjadi negara berpengalaman dalam urusan bencana.

"Sebagai negara rawan bencana, Indonesia mempunyai akumulasi pengetahuan dan pengalaman yang bisa menjadi pelajaran penting bagi dunia, tapi Indonesia juga ingin sangat ingin belajar dari pengalaman internasional," ujar dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini