Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

70 Persen Followers Elon Musk di Twitter Diduga Akun Palsu

 

Inflasi Jepang Jebol ke 2,1 Persen April 2022

Jepang mencatat kenaikan inflasi inti ke level 2,1 persen secara tahunan pada April 2022. Rekor tertinggi sejak tujuh tahun terakhir ini terjadi karena sejumlah toko penjual bahan impor mulai menaikkan harga jual produk mereka.
Melansir AFP, Jumat (20/5), tingkat inflasi ini hampir tiga kali lipat dari bulan sebelumnya sebesar 0,8 persen. Padahal, realisasi inflasi Maret sudah meningkat tinggi dalam dua tahun terakhir di era pandemi covid-19 karena kenaikan harga minyak dunia.

Tapi kini, inflasi Jepang meningkat lebih tinggi lagi, bahkan sampai jebol dari target bank sentral Jepang Bank of Japan sebesar 2 persen pada tahun ini. Inflasi Jepang juga berada di atas ekspektasi para pelaku pasar keuangan di angka yang sama.

Inflasi tinggi Jepang terjadi karena harga komoditas meningkat di pasar internasional. Apalagi, kenaikan harga semakin parah sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022.

Lebih lanjut, rekor inflasi Jepang terjadi di tengah ambruknya nilai tukar yen terhadap dolar AS. Bahkan, yen menyentuh level terendah dalam 20 tahun terakhir, meski Bank of Japan telah melonggarkan sejumlah kebijakan moneter di Negeri Sakura itu.

Kendati begitu, Bank of Japan melihat kenaikan harga mungkin tidak berlangsung lama. Namun, hal ini belum tentu bisa mencapai target inflasi mereka pada tahun ini.

Di sisi lain, rekor kenaikan inflasi sejatinya bukan hanya terjadi di Jepang, tapi juga di negara-negara lain. Salah satunya Inggris yang mencapai 9 persen dan memecahkan rekor tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Realisasi ini membuat Inggris diproyeksi menjadi negara dengan inflasi tertinggi di kawasan Eropa dan jajaran negara G7. Inflasi Inggris terjadi karena kenaikan harga energi sejak perang Rusia-Ukraina pecah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini