Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

70 Persen Followers Elon Musk di Twitter Diduga Akun Palsu

 

Inflasi Jepang Jebol ke 2,1 Persen April 2022

Jepang mencatat kenaikan inflasi inti ke level 2,1 persen secara tahunan pada April 2022. Rekor tertinggi sejak tujuh tahun terakhir ini terjadi karena sejumlah toko penjual bahan impor mulai menaikkan harga jual produk mereka.
Melansir AFP, Jumat (20/5), tingkat inflasi ini hampir tiga kali lipat dari bulan sebelumnya sebesar 0,8 persen. Padahal, realisasi inflasi Maret sudah meningkat tinggi dalam dua tahun terakhir di era pandemi covid-19 karena kenaikan harga minyak dunia.

Tapi kini, inflasi Jepang meningkat lebih tinggi lagi, bahkan sampai jebol dari target bank sentral Jepang Bank of Japan sebesar 2 persen pada tahun ini. Inflasi Jepang juga berada di atas ekspektasi para pelaku pasar keuangan di angka yang sama.

Inflasi tinggi Jepang terjadi karena harga komoditas meningkat di pasar internasional. Apalagi, kenaikan harga semakin parah sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022.

Lebih lanjut, rekor inflasi Jepang terjadi di tengah ambruknya nilai tukar yen terhadap dolar AS. Bahkan, yen menyentuh level terendah dalam 20 tahun terakhir, meski Bank of Japan telah melonggarkan sejumlah kebijakan moneter di Negeri Sakura itu.

Kendati begitu, Bank of Japan melihat kenaikan harga mungkin tidak berlangsung lama. Namun, hal ini belum tentu bisa mencapai target inflasi mereka pada tahun ini.

Di sisi lain, rekor kenaikan inflasi sejatinya bukan hanya terjadi di Jepang, tapi juga di negara-negara lain. Salah satunya Inggris yang mencapai 9 persen dan memecahkan rekor tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Realisasi ini membuat Inggris diproyeksi menjadi negara dengan inflasi tertinggi di kawasan Eropa dan jajaran negara G7. Inflasi Inggris terjadi karena kenaikan harga energi sejak perang Rusia-Ukraina pecah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025