Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Pecahkan Rekor, Paus Berenang Separuh Permukaan Bumi

 

Seekor paus abu-abu berjenis Eschrichtius robustus dilaporkan telah migrasi dengan jarak terjauh di Bumi, atau lebih dari 20.000 kilometer atau hampir separuh dari permukaan Bumi (permukaan Bumi 40 ribu km dalam skala meridian).

Terakhir dikabarkan paus bernama Anne bermigrasi melintasi Samudra Pasifik sejauh 12.000 mil atau sekitar 19.312 km.

Paus berkelamin jantan itu sempat terlihat di sebuah negara di Afrika bagian barat, Namibia antara Mei dan Juni pada tahun 2013. Para peneliti menyebut biasanya paus abu-abu itu berada di belahan bumi utara saja.

 

Dikutip National Geographic, terdapat dua populasi dari paus abu-abu itu. Paus abu-abu di bagian timur diketahui berjumlah sekitar 20.500 individu, dan paus abu-abu barat terdapat hanya sekitar 200 individu di alam liar.

Menyusutnya jumlah paus abu di alam liar merupakan imbas dari perburuan paus untuk kepentingan komersial, selama beberapa dekade lalu.

Seorang peneliti dari Durham University, Inggris bersama rekannya mengambil sampel dari jaringan yang dikumpulkan dari kulit paus, untuk menganalisis dan melacak DNA dan asal usul paus.

Para ahli membandingkannya dengan populasi paus abu-abu lain, dan menemukan individu itu berkelamin jantan yang diprediksi lahir dari populasi Pasifik Utara barat yang terancam punah.

"Ini benar-benar rekor untuk migrasi di dalam air, jika Anda berasumsi bahwa individu ini memulai hidupnya di Pasifik barat laut dan menemukan jalannya ke Namibia," ujarnya dilansir The New Scientist.

Paus abu-abu timur bermigrasi dari laut di sekitar Alaska dan Rusia, ke tempat berkembang biak di Baja, California. Tidak banyak informasi yang dapat diketahui bagaimana fase kembang biak paus itu. Tetapi mereka sempat tercatat mencari makan di sekitar Rusia timur.

Seorang ahli zoologi di University of Stellenbosch, Afrika Selatan, Simon Elwen mengatakan ia melihat penampakan paus tersebut pada tahun 2013.

"Ini seperti seseorang menceritakan bahwa ada penampakan beruang kutub di Paris. Secara teknis bisa sampai di sana, tapi sepertinya tidak realistis," ujarnya.

Meskipun tidak mungkin untuk mengetahui pasti bagaimana paus ini sampai ke Atlantik selatan, tim peneliti memprediksi tiga kemungkinan rute. Paus itu bisa menuju utara melalui Arktik, wilayah selatan di Amerika Selatan, atau di sepanjang Asia dan di sekitar Afrika.

Berdasarkan jepretan foto mengonfirmasi bahwa benar memang mamalia laut itu merupakan paus abu-abu, yang memiliki panjang lebih dari 12 meter. Paus itu dilaporkan telah berenang sejauh 17.702 kilometer.

Para peneliti memprediksi bahwa cairnya es di Kutub Utara dengan cepat imbas perubahan iklim, menjadi penyebab paus tersebut menjelajahi laut untuk mencari habitat baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)