Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

8 Fakta Gempa Maluku, Peringatan Telat hingga Sejarah Tsunami

 

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gempa bumi diikuti dengan tsunami terjadi di Maluku Tengah, Maluku, pada Rabu (16/6).

Namun, peringatan tsunami datang terlambat setelah warga sempat melihat air surut di pantai dan cepat-cepat mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.
BMKG lantas beri penjelasan soal keterlambatan peringatan tsunami tersebut lantaran keterbatasan teknologi dan peringatan dini tsunami yang terjadi akibat longsoran bawah laut.

"Masyarakat diminta menggunakan kearifan lokal, yaitu apabila merasakan gempa dan berada di pantai maka segera tanpa menunggu peringatan dini atau sirine segera lari ke tempat yang lebih tinggi," ujar KepalaBMKGDwikorita Karnawati dalam acara virtual, Rabu (16/6).

 

Selanjutnya, Dwikora menuturkan wilayah sepanjang pantai Japutih hingga pantai Atiahu mendapat pengawasan khusus dari BMKG. Pasalnya, dia berkata kawasan itu sudah sering mengalami tsunami.

Berikut fakta terkait dengan gempa di Maluku Tengah:

1. Dipicu sesar

Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyatakan gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktifitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Zona Sesar Kawa.

Hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault).

2. Magnitudo 6

Gempa yang mengguncang Maluku Tengah dan sekitarnya memiliki magnitudo 6,0. Episenter gempa terletak di laut pada jarak 69 km arah tenggara Kota Masohi, Maluku Tengah, dengan kedalaman hiposenter 19 km.

Hasil monitoring BMKG telah terjadinya 16 (enam belas) gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo berkisar antara 1,9 - 3,7 hingga Rabu (16/6), pukul 16.00 WIB.

3. Guncangan cukup kuat

Daryono menyampaikan guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Tehoru, Masohi, Bula, Kairatu, Saparua, Wahai dalam skala intensitas III-IV MMI. Sedangkan di Pulau Ambon guncangan dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI.

Gempa menyebabkan dampak kerusakan ringan pada beberapa bangunan di Kecamatan Tehoru, seperti kerusakan pagar Gereja Sounulu di Kecamatan Tehoru dan beberapa rumah warga mengalami retak.

4. Sebabkan tsunami

Daryono membeberkan hasil observasi tinggi muka air laut menunjukkan ada kenaikan dan terjadi tsunami kecil. Padahal, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Tsunami itu diduga kuat berkaitan longsoran bawah laut yang dipicu gempa.

Stasiun Tide Gauge di Tehoru yang diperasikan Badan Informasi Geospasial mencatat ketinggian tsunami sekitar 50 cm pada pukul 11.47 WIB (4 menit setelah gempa). Kejadian tsunami kecil juga terekam di Stasiun Tide Gauge di Banda (BIG) dengan ketinggian maksimum 7 cm pada pukul 12.02 WIB (19 menit setelah gempa).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini