Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Berpotensi Perkasa di Tengah Musim Bagi Dividen

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak di zona hijau pada perdagangan hari ini. Potensi penguatan terjadi di tengah musim bagi-bagi dividen oleh emiten dari laba bersih 2020 lalu.

"Investor akan cenderung mencermati emiten yang dalam waktu dekat akan membagikan dividen," ujar Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper dalam risetnya.

Sedangkan sentimen eksternal yang mendorong laju indeks saham adalah data ekonomi AS. Departemen Tenaga Kerja mencatat klaim tunjangan pengangguran negara bagian turun 38 ribu menjadi 406 ribu per 22 Mei 2021.

Angka itu merupakan yang terendah sejak pertengahan Maret 2020 sekaligus menandai penurunan mingguan keempat berturut-turut. Kondisi tersebut memberikan optimisme pada percepatan pemulihan ekonomi AS.

"IHSG diprediksi menguat, secara teknikal terlihat ada potensi uptrend (penguatan) jangka pendek," imbuhnya.

Ia memperkirakan IHSG melaju di rentang support 5.799-5.823 dan resistance 5.881-5.915. Sejumlah saham yang menjadi rekomendasi Dennies antara lain saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Medco Energi International Tbk (MEDC).

Sementara itu, Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG menguat ditopang oleh aliran modal masuk (capital outflow) ke pasar modal. Prediksinya, IHSG bergerak di bawah level support 5.792 dan resistance 5.923.

"Selama support level dapat dipertahankan, maka peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar," ujarnya.

Pekan lalu, IHSG ditutup menguat pada perdagangan Jumat (28/5). Indeks berada di level 5.848, naik 6,78 poin atau 0,12 persen.

Data RTI Infokom menunjukkan investor melakukan transaksi sebesar Rp12,91 triliun. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp1,3 triliun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini