Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Bitcoin Sentuh Harga Terendah dalam Hampir 10 Tahun Terakhir

 

Para investor ramai-ramai melepas aset kripto pada Mei ini menyebabkan penurunan harga bitcoin terburuk selama hampir dari 10 tahun terakhir secara bulanan.

Mengutip CNN Business, harga bitcoin anjlok 8 persen pada perdagangan Jumat (28/5). Secara akumulasi bulanan pada Mei ini koin sudah amblas 36 persen, terburuk sejak September 2011.

Setelah menyentuh harga US$64 ribu dan mencetak rekor tertinggi (all-time high) bitcoin pada April lalu, secara beruntun berbagai berita buruk menggerus harga bitcoin hingga akhir Mei.

 

Awalnya Pendiri Tesla Elon Musk lewat akun Twitternya menyatakan tidak lagi menerima jual beli mobil Tesla dengan bitcoin. Alasannya karena ia khawatir penambangan uang kripto akan berdampak buruk terhadap lingkungan.

Walau Musk mulai melunak setelah bertemu dengan pendiri MycroStrategy Muchael Saylor, namun kabar buruk juga datang dari China dan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Diketahui, pemerintahan Xi Jinping melarang lembaga keuangan di negaranya melayani transaksi cryptocurrency.

Selain itu, pemerintahan Presiden AS Joe Biden juga mengumumkan pengetatan pelaporan transaksi aset kripto. Kementerian Keuangan AS menyatakan bakal memberlakukan pajak berat dalam transaksi bitcoin.

Mei 2021 menjadi bulan yang berat untuk berbagai investor kripto. Tak hanya bitcoin, aset lainnya seperti binance coin, XRP, dan polkadot juga mengalami penurunan tajam bulan ini.

Sedangkan ethereum, koin kedua terbesar setelah bitcoin, menjadi tualng punggung aset kripto dan hanya mengalami koreksi sebanyak 6 persen.

Koin lain yang disebut sebagai koin stabil seperti tether dan USD coin terbukti tidak mengecewakan dengan performa relatif datar selama Mei ini.

"Mudah kalau menjadi investor kripto, tapi sangat sulit sebagai trader kripto. Volatilitas sangat tinggi dan bisa menghancurkan dengan sangat mudah," kata CEO Blockchain.com, Peter Smith.

Naik turun dalam aset kripto bukan hal baru, harga bitcoin terjun bebas dari US$20 ribu per koin pada 2017, menjadi US$3.500 per koin pada 2019.

Sebelum itu, pada 2011, bitcoin juga pernah hancur-hancuran dari Agustus hingga Oktober 2011, kala itu harga bitoin sempat mencapai US$2 per keping.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025