Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bitcoin Sentuh Harga Terendah dalam Hampir 10 Tahun Terakhir

 

Para investor ramai-ramai melepas aset kripto pada Mei ini menyebabkan penurunan harga bitcoin terburuk selama hampir dari 10 tahun terakhir secara bulanan.

Mengutip CNN Business, harga bitcoin anjlok 8 persen pada perdagangan Jumat (28/5). Secara akumulasi bulanan pada Mei ini koin sudah amblas 36 persen, terburuk sejak September 2011.

Setelah menyentuh harga US$64 ribu dan mencetak rekor tertinggi (all-time high) bitcoin pada April lalu, secara beruntun berbagai berita buruk menggerus harga bitcoin hingga akhir Mei.

 

Awalnya Pendiri Tesla Elon Musk lewat akun Twitternya menyatakan tidak lagi menerima jual beli mobil Tesla dengan bitcoin. Alasannya karena ia khawatir penambangan uang kripto akan berdampak buruk terhadap lingkungan.

Walau Musk mulai melunak setelah bertemu dengan pendiri MycroStrategy Muchael Saylor, namun kabar buruk juga datang dari China dan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Diketahui, pemerintahan Xi Jinping melarang lembaga keuangan di negaranya melayani transaksi cryptocurrency.

Selain itu, pemerintahan Presiden AS Joe Biden juga mengumumkan pengetatan pelaporan transaksi aset kripto. Kementerian Keuangan AS menyatakan bakal memberlakukan pajak berat dalam transaksi bitcoin.

Mei 2021 menjadi bulan yang berat untuk berbagai investor kripto. Tak hanya bitcoin, aset lainnya seperti binance coin, XRP, dan polkadot juga mengalami penurunan tajam bulan ini.

Sedangkan ethereum, koin kedua terbesar setelah bitcoin, menjadi tualng punggung aset kripto dan hanya mengalami koreksi sebanyak 6 persen.

Koin lain yang disebut sebagai koin stabil seperti tether dan USD coin terbukti tidak mengecewakan dengan performa relatif datar selama Mei ini.

"Mudah kalau menjadi investor kripto, tapi sangat sulit sebagai trader kripto. Volatilitas sangat tinggi dan bisa menghancurkan dengan sangat mudah," kata CEO Blockchain.com, Peter Smith.

Naik turun dalam aset kripto bukan hal baru, harga bitcoin terjun bebas dari US$20 ribu per koin pada 2017, menjadi US$3.500 per koin pada 2019.

Sebelum itu, pada 2011, bitcoin juga pernah hancur-hancuran dari Agustus hingga Oktober 2011, kala itu harga bitoin sempat mencapai US$2 per keping.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)