Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Ahli Ungkap Dugaan Sebab Orang Utan Masuk Pemukiman Warga

Kepala Bagian Ekologi Manajemen Satwa Liar Institut Pertanian Bogor, Ani Mardiastuti menjelaskan dugaan penyebab orang utan masuk ke pemukiman warga di Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur.

Ada beberapa dugaan penyebab hewan primata endemik itu masuk ke wilayah pemukiman warga. Ani menduga orang utan tersebut mencari makanan, tempat berlindung, air hingga mencari habitat lain.

"Kita lihat prinsipnya. Untuk satwa liar orang utan itu butuhnya 4 hal yaitu makanan, tempat berlindung, air dan habitat," ujar

Rabu (9/6) lewat sambungan telepon.

Meski begitu, ia mengatakan temuan tersebut masih harus diselidiki lebih lanjut. Ia menuturkan keempat dugaan itu bisa berlaku seluruhnya, atau bisa terjadi salah satunya saja..

"Jadi kita sekarang tinggal cari 4 kemungkinan itu. Space [tempat tinggal] apakah masih punya? tempat berlindung apakah masih punya? apakah pakannya apakah tidak punya tempat untuk tidur atau tidak ada air?. Atau bisa juga seluruhnya.

Di samping itu ia menjelaskan, berdasarkan video yang beredar di media sosial, orang utan itu bergerak lambat dan berbadan besar. Ia menyimpulkan orang utan tersebut berusia relatif tua.

"Badannya gede banget, rambutnya sudah panjang sekali. Jadi ada kemungkinan dia tua," tuturnya.

Sebelumnya seekor orang utan diketahui masuk ke wilayah pemukiman warga di Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur, Selasa (8/6) setelah video penampakannya viral. Dalam rekaman berdurasi kurang dari satu menit itu terlihat orang utan berjalan di sisi jalan dan disaksikan puluhan warga yang ada di lokasi temuan.

Hewan itu berjalan lambat di wilayah pemukiman warga, dengan postur yang tampak sehat dan berbulu lebat kecokelatan. Orang utan itu memiliki tinggi sekitar 1 hingga 1,5 meter.

Orang utan asal Kalimantan spesies spesies Pongo pygmaeus itu diduga kelaparan, hingga akhirnya masuk ke pemukiman warga untuk mencari makan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)