Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Ahli Ungkap Dugaan Sebab Orang Utan Masuk Pemukiman Warga

Kepala Bagian Ekologi Manajemen Satwa Liar Institut Pertanian Bogor, Ani Mardiastuti menjelaskan dugaan penyebab orang utan masuk ke pemukiman warga di Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur.

Ada beberapa dugaan penyebab hewan primata endemik itu masuk ke wilayah pemukiman warga. Ani menduga orang utan tersebut mencari makanan, tempat berlindung, air hingga mencari habitat lain.

"Kita lihat prinsipnya. Untuk satwa liar orang utan itu butuhnya 4 hal yaitu makanan, tempat berlindung, air dan habitat," ujar

Rabu (9/6) lewat sambungan telepon.

Meski begitu, ia mengatakan temuan tersebut masih harus diselidiki lebih lanjut. Ia menuturkan keempat dugaan itu bisa berlaku seluruhnya, atau bisa terjadi salah satunya saja..

"Jadi kita sekarang tinggal cari 4 kemungkinan itu. Space [tempat tinggal] apakah masih punya? tempat berlindung apakah masih punya? apakah pakannya apakah tidak punya tempat untuk tidur atau tidak ada air?. Atau bisa juga seluruhnya.

Di samping itu ia menjelaskan, berdasarkan video yang beredar di media sosial, orang utan itu bergerak lambat dan berbadan besar. Ia menyimpulkan orang utan tersebut berusia relatif tua.

"Badannya gede banget, rambutnya sudah panjang sekali. Jadi ada kemungkinan dia tua," tuturnya.

Sebelumnya seekor orang utan diketahui masuk ke wilayah pemukiman warga di Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur, Selasa (8/6) setelah video penampakannya viral. Dalam rekaman berdurasi kurang dari satu menit itu terlihat orang utan berjalan di sisi jalan dan disaksikan puluhan warga yang ada di lokasi temuan.

Hewan itu berjalan lambat di wilayah pemukiman warga, dengan postur yang tampak sehat dan berbulu lebat kecokelatan. Orang utan itu memiliki tinggi sekitar 1 hingga 1,5 meter.

Orang utan asal Kalimantan spesies spesies Pongo pygmaeus itu diduga kelaparan, hingga akhirnya masuk ke pemukiman warga untuk mencari makan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini