Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Jelang Pergantian Tahun, IHSG Menguat Terbatas

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat terbatas pada perdagangan Senin (28/12).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan melihat potensi pergerakan positif indeks karena pasar modal telah memasuki fase jenuh jual (oversold). Sehingga, ada kemungkinan pasar akan pulih (rebound) jangka pendek.

Namun, investor disarankan untuk bersikap berhati-hati karena tingginya kasus penyebaran covid-19 di dalam negeri.

"Selain itu, Investor perlu mencermati bagaimana Amerika Serikat (AS) memberikan stimulus untuk membantu pemulihan ekonomi," ujar Dennies seperti dikutip dari riset hariannya.

Ia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 5.737-5.872 dan resistance 6.123-6.239.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengungkapkan pada perdagangan menjelang pergantian tahun, IHSG disinyalir bergerak dalam rentang konsolidasi terbatas.

Ia menilai perdagangan akan diwarnai sentimen fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas. "Hari ini, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas," jelasnya.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 5.921 dan resistance 6.123.

Adapun saham-saham pilihannya, yaitu AALI, BBCA, BBRI, CTRA, MYOR, TBIG, dan ERAA.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (24/12). Indeks Dow Jones naik 0,23 persen ke level 30.199, S&P 500 hijau 0,35 persen ke level 3.703, dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,26 persen menjadi 12.804.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini