Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

BMKG Ungkap Waktu dan Penyebab Potensi Banjir Jakarta

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan DKI Jakarta berpotensi mengalami banjir pada Kamis-Jumat (28-29/1). Potensi serupa juga akan terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat.

BMKG mengatakan banjir yang akan melanda Jakarta akan berstatus siaga, artinya air tidak akan surut dalam waktu singkat.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menyampaikan ada tiga faktor yang mempengaruhi munculnya peringatan siaga banjir di Jakarta.

Pertama, Guswanto berkata Jakarta berpotensi dilanda hujan dengan intensitas lebat yang dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan.

Dinamika atmosfer juga disebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Kedua, potensi banjir di Jakarta diperkuat oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia.

Ketiga, Guswanto berkata banjir bisa terjadi karena kemunculan pusat tekanan rendah di Australia bagian utara yang mendorong terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi).

Hal itu jadi penyebab lain peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia.

Di sisi lain, BKKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia (94 persen dari 342 Zona Musim) saat ini telah memasuki musim hujan.

Adapun puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Januari dan Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.

Terkait hal itu, BMKG mengingatkan masyarakat agar terus waspada dengan potensi cuaca ekstrem.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," ujar Guswanto.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025