Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

BMKG Ungkap Waktu dan Penyebab Potensi Banjir Jakarta

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan DKI Jakarta berpotensi mengalami banjir pada Kamis-Jumat (28-29/1). Potensi serupa juga akan terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat.

BMKG mengatakan banjir yang akan melanda Jakarta akan berstatus siaga, artinya air tidak akan surut dalam waktu singkat.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menyampaikan ada tiga faktor yang mempengaruhi munculnya peringatan siaga banjir di Jakarta.

Pertama, Guswanto berkata Jakarta berpotensi dilanda hujan dengan intensitas lebat yang dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan.

Dinamika atmosfer juga disebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Kedua, potensi banjir di Jakarta diperkuat oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia.

Ketiga, Guswanto berkata banjir bisa terjadi karena kemunculan pusat tekanan rendah di Australia bagian utara yang mendorong terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi).

Hal itu jadi penyebab lain peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia.

Di sisi lain, BKKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia (94 persen dari 342 Zona Musim) saat ini telah memasuki musim hujan.

Adapun puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Januari dan Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.

Terkait hal itu, BMKG mengingatkan masyarakat agar terus waspada dengan potensi cuaca ekstrem.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," ujar Guswanto.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)