Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Biden Batalkan Pencabutan Larangan Masuk ke AS Terkait Corona

 

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, membatalkan keputusan pendahulunya, Donald Trump, dan kembali menerapkan larangan masuk bagi penduduk dari sejumlah negara di dunia untuk berkunjung ke AS akibat virus corona (Covid-19).

Dalam aturan terbaru itu, Biden turut melarang penduduk Afrika Selatan, Brasil, Inggris dan Irlandia datang ke AS untuk sementara waktu.

Dilansir Associated Press, Senin (25/1), Biden melarang penduduk Afrika Selatan berkunjung untuk sementara karena di negara itu tengah terjadi penyebaran virus corona jenis baru.

 

Padahal, Trump memutuskan mencabut larangan kunjungan warga negara asing itu sehari sebelum Biden dilantik, yakni pada 19 Januari lalu.

Pada pekan lalu, Biden juga menerbitkan keputusan presiden yang mewajibkan pendatang asing menjalani karantina saat tiba di AS.

Biden juga mewajibkan penduduk AS berusia 2 tahun atau lebih untuk menyertakan hasil pemeriksaan yang menyatakan mereka negatif Covid-19 tiga hari sebelum berangkat.

Negara-negara yang sampai saat ini penduduknya dilarang masuk ke AS akibat situasi pandemi Covid-19 adalah China (termasuk penduduk Hong Kong dan Makau), Iran, Brasil, Inggris, Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025