Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bio Farma Jamin Keamanan Vaksin Covid-19 Hingga ke Masyarakat

 

Bio Farma terus bersiap dan memastikan vaksin yang diproduksi aman dengan mengedepankan aspek kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan periode monitoring terhadap vaksin Covid-19 yang sudah ada. Pada tahap ini, sampel darah dari masing-masing relawan akan dites untuk menentukan titer antibodi.

Setelah 3 bulan penuh monitoring, pihaknya akan melaporkan hasil tersebut ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sebagai bagian dari proses untuk mendapatkan izin darurat atau emergency use authorization (EUA).

 

"Sampai saat ini tidak ada kejadian-kejadian serius yang akan membuat uji klinik tahap 3 terevaluasi ataupun dihentikan, sehingga izin dari Badan POM bisa keluar dan kita nanti bisa segera berikan program vaksinasi kepada masyarakat luas," ujarnya dalam Dialog Juru Bicara Vaksin Covid-19 dengan tema 'Menjaga Kualitas Vaksin Aman Hingga ke Masyarakat' yang ditayangkan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (28/12).

Selain mempersiapkan keamanan vaksin Covid-19, Bio Farma juga tengah mempersiapkan sistem distribusi vaksin ke seluruh Indonesia.

Untuk sistem distribusi, BUMN farmasi itu pun sudah mengembangkan sistem digitalisasi untuk mendukung mulai dari pengemasan vaksin hingga track and trace.

"Kami akan memberikan semacam QR code sehingga nanti vaksin ini benar-benar bisa kita pastikan akan diberikan kepada yang berhak untuk menerimanya," ujarnya.

Untuk menjaga mutu vaksin tetap baik hingga tiba di tangan masyarakat, Bio Farma juga telah menyiapkan sistem pemantauan suhu.

Sementara itu, dalam persiapan distribusi vaksin Covid-19, Bio Farma bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Telkom Indonesia yang sudah mengembangkan sistem integrasi satu data.

 

Menurut Honesti, masing-masing vial vaksin akan memiliki kode tertentu yang terintegrasi ke dalam sistem satu data. Hal itu antara lain mencakup vaksin ID juga customer ID yang disesuaikan dengan data KTP ataupun data yang ada di Dukcapil.

"Ini nanti akan memastikan bahwa vaksin nomor tertentu diterima oleh masyarakat ataupun orang dengan nomor KTP tertentu," tutupnya.

Honesti berharap program vaksinasi dapat berjalan dengan baik guna memutus penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia. Dia juga berharap masyarakat Indonesia dapat bersama-sama mendukung program vaksinasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini