Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pemerintah Mozambik Buka Suara soal Amonium Nitrat di Libanon

 

Pemerintah Mozambik menyatakan tidak bertanggungjawab atas ledakan di Libanon meski perusahaan asal negaranya mengaku sebagai pemesan amonium nitrat.

Ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut diketahui disebabkan ribuan amonium nitrat yang disimpan digudang selama bertahun-tahun tanpa pengamanan.

Perusahaan swasta Mozambik, Fabrica de Explosivos de Mocambique (FEM) mengatakan kepada AFP bahwa mereka memang memesan amonium nitrat dari Georgia pada 2013 tapi tidak pernah menerimanya.
 
"Masalahnya bukan pada amonium nitrat, tapi kepada proses penyimpanan dan memahami mengapa (bahan) itu bertahan begitu lama di pelabuhan itu," kata juru bicara pemerintah Mozambik, Filimao Suaze kepada wartawan setelah pertemuan kabinet mingguan pada Selasa (11/8) malam.

"Kami ingin meyakinkan Anda bahwa cara kerja pejabat pelabuhan Mozambik dan perusahaan yang terkait dengan area ledaka sejalan dengan peraturan," ujarnya.
 
Amonium nitrat memiliki kegunaan ganda sebagai pupuk atau bahan peledak. Di Mozambik, bahan itu digunakan oleh industri pertambangan.
 
Sebuah sumber di FEM mengatakan kepada AFP bahwa perusahaan tersebut memesan amonium nitrat dari perusahaan yang berbasis di Georgia bernama Savaro pada 2013 untuk dikirim ke pelabuhan Beira di Mozambik.

"Namun pesanan tidak pernah terkirim," kata sumber yang meminta tidak disebutkan namanya dan tidak memberikan alasan mengapa tidak terkirim.
 
Dia mengatakan FEM tidak memiliki hubungan dengan pengirim atau perusahaan ekspedisi yang mungkin terlibat.
 
Setelah kargo itu ditahan di Beirut, sumber tersebut mengatakan Savaro "akhirnya mengirim kargo baru berisi amonium nitrat melalui kapal lain" ke FEM.
 
Menurut situs webnya, FEM yang berbasis di Maputo, didirikan pada 1955 dan memproduksi bahan peledak untuk tujuan komersial.
 
Pelabuhan di sepanjang garis pantai Mozambik sepanjang 2.470 kilometer secara teratur menangani amonium nitrat yang sebagian besar ditujukan ke negara lain di kawasan seperti Malawi, Afrika Selatan, Zambia, dan Zimbabwe.

Menurut pemerintah, mereka telah menangani setidaknya empat juta ton bahan kimia selama lima tahun terakhir dan Suaze mengatakan "tidak ada catatan kecelakaan".

Sedikitnya 171 orang tewas dan lebih dari 5.000 lainnya terluka akibat ledakan 2.750 ton amonium nitrat di gudang pelabuhan Beirut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini