Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Kapsul SpaceX Kembali ke Bumi di Tengah Ancaman Badai

Pesawat ruang angkasa komersial milik SpaceX, Crew Dragon, lepas landas dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Sabtu (1/8) waktu setempat. Kapsul memulai perjalannya kembali menuju Bumi di tengah ancaman Badai Isaias di Florida, Amerika Serikat.

Melansir AFP, rekaman NASA memperlihatkan kapsul tersebut melayang jauh dari ISS dalam kegelapan ruang. "Dan mereka pergi," tulis NASA dalam unggahan Twitter-nya.

Dalam kesempatan yang sama, NASA juga mengkonfirmasi bahwa kapsul berada dalam lintasan yang aman.

Kedua astronaut NASA yang ditugaskan, Doug Hurley dan Bob Behnken, dijadwalkan akan mendarat di Bumi pada Minggu (2/8). Rencananya, Hurley dan Behnken akan mendarat di kawasan lepas pantai Panhandle, Florida AS.

Sebelumnya, dikabarkan pula bahwa Florida kini tengah berada dalam ancaman badai tropis Isaias yang sebelumnya telah menghantam Bahama pada Sabtu (1/8). Badan dikabarkan terus bergerak menuju area pesisir Florida.

Kendati ada ancaman badai, NASA memilih untuk tetap memutuskan Hurley dan Behnken kembali ke Bumi.

"Tim bekerja sangat keras, terutama dengan dinamika cuaca selama beberapa hari ke depan di Florida," ujar Hurley dalam upacara perpisahan di ISS yang disiarkan NASA TV.

Misi tersebut dimulai pada 30 Mei 2020 lalu. Misi sekaligus menandai pertama kalinya sebuah pesawat ruang angkasa berawak kembali diluncurkan ke orbit dari AS sejak 2011 lalu. Crew Dragon juga menjadi kendaraan komersial pertama yang terbang ke ISS membawa astronaut.

Sejak awal, NASA menekankan misi yang dijalani Hurley dan Behnken adalah uji terbang. Artinya, kedua astronaut punya tugas utama untuk memeriksa setiap aspek kendaraan dan memastikan kesiapan kendaraan untuk digunakan kru lainnya di kemudian hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025