Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Keyakinan Investor Jerman Naik ke Level Tertinggi Sejak 2004

 

Indeks keyakinan investor Jerman melonjak ke level tertinggi dalam hampir 17 tahun terakhir pada Agustus lalu atau yang tertinggi sejak 2004 silam. Ini seiring dengan akselerasi ekonomi Eropa yang mulai pulih dari dampak pandemi virus corona.

Barometer bulanan Institut ZEW yang mengukur sentimen ekonomi mengadakan survei terhadap 178 analis. Hasilnya, angka keyakinan investor melonjak, naik 12,2 poin dari capaian Juli lalu menjadi 71,5.

Survei ini juga menyatakan bahwa tren keyakinan di Uni Eropa secara rata-rata naik 4,4 poin menjadi 64.

"Tanda-tanda pemulihan ekonomi yang kuat di musim panas terus muncul. Ini sejalan dengan suasana pasar keuangan yang cukup optimis," ucap Kepala Ekonom LBBW Uwe Burkert, seperti dikutip dari AFP, Selasa (11/8).

Sementara, survei yang diadakan FactSet memproyeksikan penurunan kecil atas kepercayaan investor dari 59,3 menjadi 58.

Menurut angka yang dirilis minggu lalu, terjadi peningkatan yang sehat pada produksi industri dan ekspor pada Juni lalu jika dibandingkan dengan PDB kuartal II 2020 Jerman yang anjlok 10,1 persen.

"Harapannya pemulihan ekonomi dapat terjadi secara cepat, namun pertumbuhan bergerak positif secara perlahan," kata Presiden ZEW Achim Wambach.

Meski Wambach memprediksikan sektor domestik segera pulih, ia menyebut ekspektasi pendapatan di sektor perbankan dan asuransi yang masih akan buruk selama 6 bulan ke depan tampak mengkhawatirkan.

Burkert juga menyatakan kecemasan yang serupa. Ia menilai permasalahan fiskal dan kebijakan moneter yang diambil guna menyelamatkan pasar keuangan masih membayangi.

"Bahaya dari kebijakan fiskal dan moneter secara besar-besaran untuk mendorong pasar keuangan tidak serta hilang," kata Burkert.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025